free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Peristiwa

Pedagang Liar Menjamur di Area Steril Alun-alun Kota Batu, Paguyuban PKL Minta Pemkot Lakukan Penertiban

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Aug - 2025, 18:07

Loading Placeholder
Sejumlah area steril luar Alun-alun Kota Batu rawan banyak pedagang liar. Masalah tersebut dikeluhkan PKL di bawah naungan dinas terkait yang sudah tertib pada kawasan yang ditentukan.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ketertiban dan kenyamanan di Alun-alun Kota Wisata Batu kembali menjadi sorotan. Pasalnya, banyak pedagang liar yang kembali menjamur di sejumlah area steril ruang publik tersebut beberapa waktu terakhir. Mereka yang menjual makanan dan minuman atau sejenis jajanan sering ditemui menetap ketika jam-jam ramai dikeluhkan oleh Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun.

Menurut pantauan JatimTimes di lokasi, saat jam tertentu seperti malam hari, area trotoar yang harusnya steril banyak ditemui pedagang minuman dan makanan. Beberapa di antaranya menggelar tikar atau membuka lapak sementara di sejumlah titik.

Baca Juga : Momen Kemerdekaan: 93 Veteran Kota Batu Dapat Tali Asih

Seperti yang terjadi di trotoar Jalan Agus Salim dan Jalan Gajah Mada. Wilayah tersebut diperuntukkan bagi pejalan kaki saja karena terletak di area yang berhadapan langsung dengan jalan raya.

Ketua Umum Paguyuban PKL Alun-Alun Batu Puspita Herdysari membenarkan keluhan tersebut. Meski ia tak memungkiri ada Pedagang keliling yang berada di area lain, namun ia mengharapkan agar semua tertib terkait dengan ketentuan area steril. Sehingga tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama baik pedagang dan pengunjung atau wisatawan.

"Terkait pedagang liar area-area steril yang harusnya bebas pedagang kan sekarang mulai menjamur lagi. Jadi cukup mengganggu juga kasihan PKL yang sudah tertib," katanya saat dihubungi, Senin (18/8/2025).

Ia menyampaikan, bahwa dalam hal ini peran pemerintah terkait yakni Satpol PP maupun pihak lain dinilai belum maksimal. Ia kembali meminta ketegasan agar Alun-alun tetap kondusif dengan penataan yang sudah disesuaikan dengan ketentuan. Sehingga pedagang tidak saling ada kecemburuan sosial maupun ketidaknyamanan berkaitan dengan pengunjung.

"Mungkin karena keterbatasan transisi (kepemimpinan). Jadi, baru dua hari lalu laporan kami ditindak berkat atensi dari wali kota," sebutnya.

Wanita yang disapa Pipit itu menerangkan, para PKL di Alun-alun sudah dalam pengawasan langsung pemerintah melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu. Mereka juga terdata secara resmi dan bernaung dalam paguyuban.

Baca Juga : Nasi Sodu: Cita Rasa Tradisi dari Asembagus Situbondo yang Siap Mendunia

"Terkait data sudah 537 pedagang itu tidak ada penambahan apapun. Tinggal bagaimana mengawal. Kalau Pemkot membentuk tim Satgas tidak ada masalah, karena semua data sudah ada dan terverifikasi ke dinas," tambahnya. 

Sebagai pelaku ekonomi mikro, pihaknya berharap kebijakan-kebijakan pemerintah daerah mengarah untuk memajukan dan mensejahterakan para PKL. Ia tak mempermasalahkan jika ada wacara penataan kawasan PKL Alun-alun Kota Batu ke depannya. Dengan catatan tetap mempertimbangkan kelayakan dan kenyamanan bersama.

"Lebih ke menjanjikan kesejahteraan dan peningkatan PKL, dalam hal ini penataan dan pembangunan area yang kami gunakan selama ini memang banyak keterbatasan. Seperti kalau musim hujan ini sangat sangat tidak layak berjualan karena rawan banjir," imbuhnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa

--- Iklan Sponsor ---