free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Kemenko PM dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Literasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Lewat Ekosistem Pendidikan

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Dede Nana

16 - Aug - 2025, 09:17

Loading Placeholder
Menko PM Muhaimin Iskandar bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro dan jajaran meluncurkan Penguatan Ekosistem Jaminan Sosial Melalui Pendidikan di Universitas Airlangga, Surabaya (14/8/2025). (Foto: BPJS Ketenagakerjaan)

JATIMTIMES – Pemerintah kembali menegaskan pentingnya literasi jaminan sosial ketenagakerjaan sejak usia dini. Pada Grand Launching Penguatan Ekosistem Jaminan Sosial Melalui Pendidikan di Universitas Airlangga Surabaya, Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat bersama BPJS Ketenagakerjaan menggarisbawahi perlunya keterlibatan dunia pendidikan dalam membangun budaya sadar jaminan sosial.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa literasi jaminan sosial yang merata menjadi kunci kesejahteraan pekerja Indonesia secara menyeluruh. Ia menyebut, sistem jaminan sosial nasional telah mengalami kemajuan signifikan, tetapi tantangan tetap harus dihadapi dengan kerja bersama.

Baca Juga : Libur 18 Agustus 2025: Apakah Siswa Sekolah Ikut Cuti Bersama?

“Fondasi kita sudah cukup kuat. Namun tentu masih ada kelemahan dan tantangan yang harus dibenahi. Karena itu, perguruan tinggi, akademisi, dan ilmuwan harus menjadi bagian dari ekosistem yang memperkuat perkembangan jaminan sosial nasional,” ujar Muhaimin.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, perwakilan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), kementerian serta lembaga terkait, hingga rektor berbagai perguruan tinggi.

Penguatan literasi jaminan sosial ini sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 Tahun 2023 tentang Peta Jalan Jaminan Sosial 2023–2024. Regulasi tersebut menjadi pedoman strategis dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Melalui aturan ini, pemerintah memiliki dasar kuat untuk memasukkan edukasi jaminan sosial dalam kurikulum pendidikan.

Pramudya Iriawan Buntoro menegaskan, jaminan sosial merupakan wujud prinsip gotong royong yang melekat dalam budaya bangsa. Menurutnya, yang mampu akan membantu yang lemah, sementara pekerja rentan akan mendapatkan perlindungan. “Dalam konteks perlindungan jaminan sosial, baik di BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan, kami melibatkan seluruh pihak. Apalagi ke depan, kita akan menghadapi tantangan populasi menua,” katanya.

Ia menambahkan, literasi jaminan sosial perlu dikenalkan sejak sekolah dasar agar generasi muda memahami manfaat perlindungan jaminan sosial saat memasuki dunia kerja.

Sejak 2024, BPJS Ketenagakerjaan telah menjalankan sosialisasi modul muatan jaminan sosial di 11 wilayah. Program ini menyasar SMA, SMK, dan MA sederajat dengan total 233 sekolah yang telah menerima materi literasi jaminan sosial. Upaya ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap hak perlindungan pekerja, baik formal maupun informal.

Pramudya menekankan bahwa literasi jaminan sosial adalah langkah awal pembentukan budaya sadar perlindungan tenaga kerja. Hal ini, kata dia, sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo, terutama dalam peningkatan kualitas lapangan kerja dan pembangunan SDM unggul. Menurutnya, jaminan sosial berperan sebagai jaring pengaman kesejahteraan, sekaligus mencegah munculnya kemiskinan baru.

Baca Juga : Tahta dan Luka Lama: Pemulangan Keturunan Amangkurat III dari Ceylon

“Kami berterima kasih atas dukungan Kemenko PM, DJSN, BPJS Kesehatan, serta kementerian dan lembaga lainnya dalam memperkuat literasi jaminan sosial. Edukasi yang dimulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi akan menjadi pijakan pembentukan budaya sadar jaminan sosial di masyarakat. Dengan begitu, masyarakat bisa bekerja keras tanpa diliputi rasa cemas,” ujar Pramudya.

Muhaimin

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Madura, Indriyatno, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program literasi jaminan sosial di wilayahnya. Ia menyebut, edukasi sejak dini akan mempercepat terbentuknya budaya sadar perlindungan ketenagakerjaan.

 “Kami berkomitmen menjadikan literasi jaminan sosial sebagai bagian dari ekosistem pendidikan di Madura. Harapannya, generasi muda nantinya benar-benar paham bahwa setiap pekerja berhak atas perlindungan, agar masyarakat bisa lebih produktif, sejahtera, dan bebas dari rasa khawatir,” ujarnya.



 

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---