free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Usai Terdampak Efisiensi, Pengadaan Bianglala Alun-alun Kota Batu Kembali Dianggarkan di APBD 2026

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

06 - Aug - 2025, 19:38

Loading Placeholder
Bianglala yang tak berfungsi sejak beberapa tahun terakhir di Alun-Alun Kota Wisata Batu.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pengadaan Bianglala atau Ferris Wheel di Alun-alun Kota Batu tak bisa terealisasi tahun 2025 karena dampak efisiensi anggaran. Namun, proyek untuk mengganti baru ikon alun-alun itu mulai menemui titik terang karena dipastikan dianggarkan untuk tahun depan.

Kepastian itu disampaikan oleh Wali Kota Batu Nurochman. Pengadaan bianglala sudah masuk dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026. 

Baca Juga : APDESI Penajam Paser Utara Studi Tiru di Desa Tulungrejo Kota Batu: Contoh Ketahanan Pangan hingga Pengelolaan Wisata

Bahkan tahun ini, detail engineering design (DED) bianglala sudah tuntas dikerjakan dengan memakan anggaran sebesar Rp 300 juta.

Wali kota yang disapa Cak Nur itu menyebut pengadaan bianglala akan sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sehingga, dipastikan tidak ada campur tangan investor untuk pengadaan fisik bianglala.

"Kepastian anggarannya belum karena masih plafon, yang jelas kami upayakan tahun depan," ujarnya saat dikonfirmasi, belum lama ini. 

Dikatakan, jika tidak ada kendala berarti maka tender fisiknya ada kemungkinan bisa dilakukan akhir tahun ini.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemkot Batu telah menyusun beberapa opsi model bianglala. Termasuk spesifikasi yang direncanakan akan lebih baik dibanding bianglala sebelumnya. Meliputi jumlah kabin beserta diameter bianglala. Anggaran yang sudah diwacanakan mencapai Rp 7 miliar yang semula dianggarkan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni membenarkan, jika bianglala sudah dipastikan masuk usulan pembangunan tahun depan. Namun, dirinya masih belum bisa menyusun kebutuhan anggaran untuk proyek tersebut.

"Kontrak DED bianglala baru dituntaskan pada pekan lalu, kemungkinan 10 hari lagi baru bisa tahu nilai fisiknya," papar Dian.

Baca Juga : Kontraktor Wanprestasi, Pembangunan Masjid Babussalam Banyuwangi Mandek

Ia mengaku tengah mengusulkan untuk lelang fisik bianglala yang sudah tak beroperasi. Sehingga, hasil penjualan aset dapat membantu akselerasi pembangunannya. Apalagi, saat ini Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) masih belum ada proyeksi pendapatan dari potensi lelang itu. 

Dengan melakukan tender dini, maka pembangunan bisa dipercepat dan dapat teken kontrak pada awal tahun 2026 nanti. Dengan sistem tersebut, Dian optimistis pembangunan bisa lebih awal.

Kendati begitu, Mantan Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu menyebut, pengadaan bianglala juga disesuaikan dengan kemampuan APBD 2026 mendatang. Jika alokasi pada proyek tersebut on budget, dirinya memastikan bianglala akan dibangun tahun depan.

"Kalau pembangunan fisik bianglala kemungkinan delapan bulan sudah tuntas," pungkas Dian.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---