free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Melek Teknologi Tanpa Kehilangan Akar: Mahasiswa KKN Unisba Blitar Ajarkan AI dan Budaya Lokal di Sekolah Dasar

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

04 - Aug - 2025, 09:48

Loading Placeholder
Mahasiswa KKN Kelompok 15 Unisba Blitar bersama siswa kelas VI SDN 2 Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, dalam kegiatan edukatif bertajuk “Transformasi Digital dan Karakter Bangsa”, Jumat (2/8/2025). (Foto: Ist)

JATIMTIMES - Transformasi digital bukan lagi monopoli generasi dewasa. Di SDN 2 Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, siswa sekolah dasar kini mulai mengenal istilah-istilah seperti Artificial Intelligence (AI), budaya nasional, dan etika digital. Seluruh konsep tersebut diperkenalkan dalam satu paket pembelajaran interaktif oleh Kelompok 15 KKN Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar pada Jumat, 2 Agustus 2025.

Kegiatan bertema "Transformasi Digital dan Karakter Bangsa: Pemanfaatan AI untuk Pelestarian Musik Tradisional Blitar Raya dan Penguatan Etika Sosial Siswa SD" ini bukan sekadar ajang sosialisasi. Ia adalah miniatur dari arah pembangunan pendidikan Indonesia: melek teknologi, berkarakter kuat, dan berpijak pada akar budaya.

Baca Juga : BNN Kabupaten Malang Bentuk 32 Agen Pemulihan Tingkat Desa, Setahun Ratusan Pecandu Direhabilitasi

Sosialisasi berlangsung di aula UPT SDN 2 Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, dan dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan. Hadir mewakili kepala sekolah, Ibu Perdana Prihandar, S.Pd. bersama Dosen Pendamping Lapangan KKN Kelompok 15, Sri Lestanti, S.Kom., M.T., serta narasumber utama Udkhiati Mawaddah, S.Kom., M.Kom. Ketua kelompok KKN, Nico VanHallen menyebut kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah. 

“Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teknologi, tapi juga punya etika dan rasa bangga terhadap budayanya,” ujar Nico.

Materi pertama dibawakan oleh Sri Lestanti. Ia menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh melunturkan tata krama dan nilai-nilai karakter bangsa. Anak-anak, kata Sri, harus paham pentingnya sopan santun sebagai fondasi interaksi digital maupun luring. 

“Kata ‘maaf’, ‘tolong’, ‘terima kasih’, dan ‘permisi’ sederhana, tapi inilah pilar etika sosial yang harus dipupuk sejak dini,” terang Sri Lestanti saat memandu siswa menghafalkan yel-yel “4 Kata Ajaib”.

Masih oleh pemateri yang sama, siswa diajak memahami bahaya bullying. Ia menggarisbawahi bahwa kekerasan verbal maupun nonverbal bukanlah lelucon. “Semua anak berhak bahagia dan terlindungi di lingkungan sekolah. Bullying hanya akan merusak masa depan mereka,” ujar Sri.

Mahasiswa KKN Kelompok 15 Unisba Blitar bersama siswa kelas VI SDN 2 Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, dalam kegiatan edukatif bertajuk “Transformasi Digital dan Karakter Bangsa”, Jumat (2/8/2025). (Foto: Ist)

Pada sesi berikutnya, giliran Udkhiati Mawaddah mengenalkan konsep AI. Melalui pendekatan ringan dan visual, siswa diperkenalkan jenis-jenis kecerdasan buatan, mulai dari Narrow AI yang kini banyak diterapkan dalam aplikasi harian, hingga Super AI yang masih bersifat teoritis. 

Namun yang menarik, AI tak berdiri sendiri. Ia dikaitkan dengan budaya nasional. Udkhiati menjelaskan bahwa teknologi bisa menjadi alat ampuh untuk melestarikan kebudayaan. “Lewat teknologi, kita bisa mengenalkan budaya lokal secara luas tanpa kehilangan esensinya,” tegasnya.

Sebagai bukti konkrit, siswa diperkenalkan platform pembelajaran interaktif https://deteksialatmusiktradisional.streamlit.app. Di dalamnya, anak-anak bisa belajar mengenali berbagai alat musik tradisional Blitar Raya, mendengar suaranya, dan memahami konteks penggunaannya. Platform ini menjadi media ideal dalam menjembatani pengetahuan digital dan kearifan lokal.

Baca Juga : Terkesan Nilai Spiritual, Dancer Australia Ketagihan Ikut Bantengan Nuswantara

Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang acara. Sebanyak 26 siswa kelas 6 aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, hingga mencoba mengenali suara alat musik dari platform digital tersebut. “Mereka tidak hanya mendengarkan, tapi juga ingin mencoba dan belajar lebih jauh,” ungkap Sesilia Febrianti, salah satu anggota KKN.

Bagi SDN 2 Bendo, kegiatan ini adalah suntikan semangat baru di tengah rutinitas sekolah. “Kami menyambut baik inovasi semacam ini, karena siswa bisa belajar etika, budaya, dan teknologi dalam satu paket,” tutur Perdana Prihandar, guru yang mewakili kepala sekolah.

Dengan pendekatan humanis dan berbasis teknologi, KKN Unisba Blitar menunjukkan bahwa pembangunan karakter dan digitalisasi tidak perlu bertentangan. Keduanya bisa menyatu, saling menguatkan, dan menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan tanpa kehilangan jati diri. Kota Blitar pun seolah mengirim pesan: melek teknologi, tapi tetap berpijak pada akar budaya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---