JATIMTIMES - Insiden ditemukannya beras oplosan pada kemasan beras premium di sejumlah merek masih menjadi atensi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Bahkan dalam hal ini, masyarakat diimbau untuk tak segan memastikan kondisi beras saat membelinya.
Hal tersebut dimaksudkan agar tak ada pihak yang merasa dirugikan terkait peredaran beras di pasar. Baik masyarakat sebagai pembeli maupun bagi pedagang. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi menegaskan bahwa pembeli berhak melakukan pengecekan kondisi beras yang akan dibeli.
Baca Juga : Panduan Lengkap Cara Cek Tunjangan Guru via Info GTK 2025
"Pembeli berhak untuk mengecek itu. Hak konsumen harus dilindungi dalam melakukan setiap transaksi. Cek benar keberadaan beras oplosan atau tidak. Saya kira gak ada masalah," ujar Eko.
Namun jika merasa ragu, masyarakat juga berhak untuk batal membeli beras yang dimaksud. Dirinya berharap segala sesuatu yang dilakukan untuk membeli beras tersebut tak menimbulkan keresahan bagi pembeli maupun pedagang.
"Saya kira gak ada masalah, kalau pembeli ragu silakan tidak dibeli ataupun ada kesepakatan dicek bareng-bareng antara pedagang dan pembeli. Kan gitu, hukum pasarnya berjalan di situ," terang Eko.
Sedangkan bagi pedagang, ia juga mengimbau agar bisa memeriksa beras yang diterima dari distributor maupun supplier. Bahkan jika memungkinkan, ia menyarankan agar pembeli turut memeriksa kondisi beras yang ada di dalam kemasan.
"Kalau bisa dicek di dalamnya karena 5 kg itu kan kita gak kelihatan persentasenya. Berapa yang pecah dan lainnya. Ini konsumen berhak melakukan pengecekan langsung biar tahu ini beras premium," tuturnya.
Baca Juga : Apa Arti Halving Bitcoin Tahun 2025 Bagi Pedagang Kripto Sehari-hari di Indonesia
Namun sampai saat ini, Pemkot Malang masih memberikan atensi terhadap adanya indikasi beras oplosan. Sebab beberapa waktu lalu dalam sidak yang dilakukan, Satgas Pangan Kota Malang mendapati adanya beberapa kios yang menjual beras diduga oplosan.
"Untuk mengantisipasi ini kita akan melakukan sidak. Untuk harinya tentatif, di beberapa pasar akan kita cek dan melibatkan aparat samping untuk mendampingi operasi. Temuan sejauh ini diindikasikan ada. Tapi kita akan cek di lapangan secara riil," pungkas Eko.