JATIMTIMES - Selama dua Operasi Patuh Semeru 2025, yakni pada 14-27 Juli 2025 Polresta Malang Kota mendapati angka kecelakaan lalu lintas turun di Kota Malang. Yakni terdapat enam kejadian kecelakaan.
Hal tersebut dibeberkan Kanit Gakkum Polresta Malang Kota Iptu M. Isrofi saat di kantornya, Kamis (31/7/2025). Dari data Satlantas Polresta Malang Kota pada Ops Patuh Semeru 2025 terdapat enam kecelakaan lalu lintas.
Baca Juga : BKD Jatim Buka Seleksi Tugas Belajar PNS, Biaya Ditanggung Pemprov dan Tetap Gajian
Jumlah tahun ini turun 12,5 persen jika dibandingkan pada Ops Patuh Semeru 2024 silam. Pada saat itu terdapat tujuh kecelakaan lalu lintas. “Dari enam kejadian ini satu orang mengalami luka-luka serius sehinhha harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar Kota Malang,” ungkap Isrofi.
Hanya saja dalam masa perawatannya itu, korban meninggal dunia. Lantaran korban merupakan lansia ditambah memiliki penyakit bawaan sebelumnya, sehingga memperparah kondisi korban.
“Sedangkan untuk korban lainnya seperti luka-luka ringan ada lima orang. Namun selama Ops Patuh Semeru 2025 banyak masyarakat yang mulai patuh terhadap kedisiplinan di jalan raya,” ujar Isrofi.
Ya selama Ops Patuh Semeru 2025 itu, beragam upaya telah dilakukan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mulai dari edukatif dan preventif, menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas, aman, nyaman dengan mengutamakan keselamatan di jalan raya.
“Kami terus mengajak serta mengingatkan masyarakat, khususnya pelajar agar berperan aktif menciptakan budaya tertib lalu lintas, perlu diingat perubahan dimulai dari kesadaran pribadi,” ucap Isrofi.
Baca Juga : Dorong Pelaku IHT Tembus Pasar Ekspor, Pemkot Malang Gelar Bimtek
Meski Ops Patuh Semeru 2025 telah berakhir, pihaknya tetap mengimbau kepada pengendara untuk tetap tertib dan disiplin mematuhi peraturan lalu lintas dalam berkendara. Mulai dari menggunakan helm SNI, menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan knalpot brong.
“Kami juga mengimbau agar pengendara tidak merokok selama berkendara karena juga bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Abu rokok dan asap ini membahayakan kalau kena mata,” imbau Isrofi.