JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi memiliki tekad kuat untuk mengenalkan batik motif Garudeya yang merupakan batik khas Kabupaten Malang ke seluruh penjuru di Indonesia. Selain batik, Sanusi juga bertekad agar masyarakat di seluruh Indonesia dapat memahami makna dari Garudeya.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menyampaikan, bahwa Garudeya bukan sekadar motif batik. Lebih dari itu, Garudeya merupakan sebuah relief yang berada di Candi Kidal, Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.
Baca Juga : Bupati Sanusi Terima Kunjungan Kerja Wabup Minahasa, Bahas Kerukunan Umat Beragama
"Garudeya adalah sebuah relief yang ada di Candi Kidal. Yaitu cerita seorang anak yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan ibunya dan Garudeya itu menjadi lambang sikap anak yang sangat patuh dan hormat kepada orang tuanya," ungkap Sanusi.
Selain itu, Sanusi juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia agar lebih memahami sejarah panjang Bangsa Indonesia melalui Garudeya. Pasalnya, Presiden RI pertama Soekarno mendapatkan ide filosofi lambang negara Burung Garuda dari relief Garudeya.
Sanusi menyebut, di mana pada saat pembahasan lambang negara Indonesia di Hotel Tugu Malang, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno sempat berkunjung ke Candi Kidal. Ketika berkunjung ke Candi Kidal, Bung Karno melihat relief Garudeya yang memiliki makna mendalam.
"Garudeya itu yang dipakai Bung Karno sebagai filosofi untuk menciptakan lambang negara kita. Maka saya berharap dengan lambang Garudeya ini anak-anak Indonesia, anak-anak Kabupaten Malang mempunyai sopan santun dan taat kepada orang tua," jelas Sanusi.
Oleh karena itu, dengan adanya banyak relief di beberapa candi yang tersebar di Kabupaten Malang, Sanusi lebih memilih untuk fokus mengenalkan Garudeya melalui batik khas Kabupaten Malang. Selain memiliki makna mendalam, batik motif Garudeya juga sudah mendapatkan Hak atas Kekayaan Intelektual atau HaKI.
Baca Juga : 5 Fakta Jelang Laga Final AFF 2025 Indonesia vs Vietnam
"Sementara baru Garudeya ini, supaya dikenal oleh Bangsa Indonesia bahwa lambang negara itu reliefnya ada di Kabupaten Malang. Sehingga masyarakat Indonesia bisa melihat cikal bakal lambang negara kita itu ada di Kabupaten Malang di Candi Kidal, Tumpang," ujar Sanusi.
Dirinya juga memiliki target agar selain dikenal oleh masyarakat di seluruh Indonesia, batik motif Garudeya khas Kabupaten Malang juga dapat dikenal oleh wisatawan mancanegara. Hal itu bertujuan agar dari batik motif Garudeya, seluruh masyarakat dapat memahami makna yang terkandung di dalamnya secara menyeluruh.
"Tentunya untuk mempromosikan dan untuk mengenalkan wisata di Kabupaten Malang dan kekayaan di Kabupaten Malang, dengan menghidupkan industri rumah tangga berupa kerajinan batik di Malang ini menjadi ikon Kabupaten Malang sebagai batik Kabupaten Malang," pungkas Sanusi.