JATIMTIMES - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh mendorong jajaran pemerintah daerah untuk menerapkan metode manajemen talenta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan.
Hal itu disampaikan Zudan saat memberikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan rapat koordinasi evaluasi CASN dan manajemen talenta di Pendapa Agung Kabupaten Malang yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Bupati Malang HM. Sanusi selaku tuan rumah, serta pimpinan daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga : Pemprov Jatim Bahas Aturan Penggunaan Sound Horeg: Intinya Kami Tidak Melarang Tetapi Mengatur
"Kami menggerakkan menuju manajemen talenta. Kalau dulu ada open bidding, job fit, nah ke depan kami menggunakan satu pintu dengan menerapkan manajemen talenta. Ini akan lebih cepat, lebih efektif dan hasilnya pasti akan lebih bagus," ungkap Zudan kepada JatimTIMES.com, Kamis (24/7/2025).
Zudan menyebut, melalui metode manajemen talenta nantinya akan mempermudah dalam pengisian kekosongan jabatan di setiap pemerintah daerah dengan menempatkan para ASN yang memiliki kompetensi tinggi sesuai dengan apa yang diharapkan oleh setiap kepala daerah.
"Tadi kami menyampaikan, kalau sedang dikader plt (pelaksana tugas), boleh tiga bulan jadi plt, kalau bagus maka bisa diperpanjang dua kali menjadi enam bulan. Kalau sudah memenuhi syarat, boleh didefinitifkan. Dengan manajemen talenta tadi, yang plt tadi bisa ditempatkan dan tidak perlu open bidding dan jobfit," beber Zudan.
Menurut Zudan, melalui penerapan metode manajemen talenta bagi setiap ASN, maka proses penetapan untuk pengisian kekosongan jabatan akan lebih cepat, sehingga hal itu akan memengaruhi kinerja setiap perangkat daerah dalam menjalankan program kerja serta menyukseskan visi misi kepala daerah agar masyarakat terlayani dengan baik dan maksimal.
Pejabat yang dulu pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Gorontalo, Pj Gubernur Sulawesi Barat dan Pj Gubernur Sulawesi Selatan ini mengatakan, penerapan metode manajemen talenta penting dilakukan untuk mendukung berbagai program prioritas dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Di antaranya program makan bergizi gratis, koperasi desa/kelurahan merah putih, hingga sekolah rakyat yang semuanya telah berjalan di setiap kabupaten/kota di Indonesia.
"Dari pemerintah melaksanakan arahan Pak Presiden. Jadi program-program besar seperti mbg, koperasi merah putih, sekolah rakyat, itu para ASN-nya harus kami gerakkan ke sana dulu. Kalau ada yang kurang, kami langsung melakukan pengisian dengan manajemen talenta itu tadi," ujar Zudan.
Baca Juga : Ketua GP Ansor Kencong Sebut Bupati Tak Perlu Bersikap Soal Sound Horeg, Tunggu Instruksi Gubernur dan Polda
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku siap menerapkan metode manajemen talenta dalam mengisi kekosongan jabatan untuk menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.
"Menurut saya ini menjadi pintu masuk bagaimana sesungguhnya mengidentifikasi karakter dari masing-masing ASN maupun PPPK. Kami sudah 34 ribu mendapatkan pendekatan dari metode tanelt DNA," kata Khofifah.
Pihaknya menuturkan, dengan mewujudkan para ASN maupun PPPK yang memiliki kompetensi bagus, maka pelayanan publik serta pembangunan di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur akan terus maju dan terdapat percepatan-percepatan di setiap layanan.
"Ini menunjukkan bahwa untuk bisa menabuh genderang birokrat kita bisa lebih efektif kerjanya dan berdampak baik. Itu terus kami konsolidasikan," pungkas Khofifah.