JATIMTIMES - Sebanyak 161.657 masyarakat di bawah garis kemiskinan di Kabupaten Malang jadi sasaran penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan pangan yang diberikan oleh pemerintah melalui Badan Usaha Logistik (Bulog) Cabang Malang tersebut, berupa beras masing-masing 20 kilogram.
Sementara itu, pada Kamis (24/7/2025), peluncuran bantuan pangan tersebut secara perdana dilangsungkan di Komando Distrik Militer (Kodim) 0818/Malang-Batu.
Baca Juga : Beras Diduga Oplosan Ditemukan di Ritel Modern Kota Batu, Tim Gabungan Minta Penjualan Dihentikan

"Di Kabupaten Malang, Bulog bersama Kodim 0818 telah menyalurkan bantuan pangan. Di Kabupaten Malang ada sekitar 161.657 penerima bantuan," ujar Kepala Bulog Sub Divre Malang M. Nurjuliansyah Rachman, saat ditemui JatimTIMES di sela agenda penyaluran bantuan pangan.
Disampaikan Nurjuliansyah, ratusan ribu penerima bantuan pangan tersebut akan menerima sebanyak dua alokasi. Di mana, per satu alokasinya berupa beras 10 kilogram.
"Jadi total yang akan disalurkan di Kabupaten Malang sebesar 3.233,14 ton yang itu tersebar di 33 kecamatan," ujarnya.
Nurjuliansyah menyebut, pada penyaluran bantuan pangan secara langsung tersebut, Bulog turut bekerja sama dengan sejumlah pihak. Yakni mulai dari aparat desa dan kelurahan, serta dibantu dari babinsa dan bhabinkamtibmas serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.
Baca Juga : Babinsa Koramil Kwadungan dan Poktan Luncurkan Inovasi Benih Padi Sistem Tunggal
"Penyaluran ini dibagikan ke PBP (penerima bantuan pangan) yang datanya dari Kementerian Sosial (Kemensos), tepatnya pada DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional). Dibagikan dengan menggunakan beras medium yang berasal dari cadangan pangan pemerintah yang ada di gudang Bulog," ujarnya.
Nurjuliansyah menyebut, cadangan stok pangan di Bulog masih memenuhi kebutuhan, termasuk di Kabupaten Malang. "Stok di Bulog Malang hampir 60 ribu ton, sangat cukup untuk mengcover di wilayah Kabupaten Malang," pungkasnya.