JATIMTIMES - Seorang ibu rumah tangga di Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diduga kuat menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban yang diketahui berinisial IA (39) tersebut, tewas di tangan suaminya yang berinisial AW (41) pada Selasa (22/7/2025).
"Saat ini kami masih menangani adanya laporan dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Dugaan awal, pelaku adalah suaminya sendiri,” ujar Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar dalam konfirmasinya yang dimuat JatimTIMES, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga : Rekonstruksi Pembunuhan PSK di Losmen Windu, Tersangka Peragakan 35 Adegan
Usai melancarkan dugaan aksi pembunuhan, sang suami yakni AW diduga memilih untuk bunuh diri. "Dugaan sementara memang mengarah pada kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada pembunuhan, disusul tindakan bunuh diri dari pelaku,” terang Bambang.
Lebih lanjut, disampaikan Kapolsek Lawang AKP Moh. Lutfi, kronologi dugaan KDRT tersebut bermula saat orang tua dari korban yakni KS (77) yang saat itu sedang memberi makan ternak mendengar suara IA sedang merintih kesakitan. KS kemudian masuk ke dalam rumah pasutri tersebut untuk memeriksa ke sumber suara.
"Ada suara rintihan di kamar tengah, kemudian setelah di lihat ternyata itu adalah anaknya KS yang namanya IA yang sudah dalam kondisi luka dan mengeluarkan darah," ujarnya.
KS yang mengetahui anaknya telah dalam kondisi bersimbah darah tersebut, kemudian berupaya mencari keberadaan suaminya. "Sebelum KS meninggalkan rumah untuk memberi makan ayam di belakang rumah, hanya ada dua orang yaitu AW, suaminya dan IA, istrinya," ujar Lutfi.
Setelah sempat mencari keberadaan si suami di dalam rumah, KS akhirnya menemukan suami dari anaknya tersebut yang telah tewas gantung diri. "Setelah dicari, ternyata suaminya ada di kamar belakang. AW saat itu sudah dalam keadaan tergantung dengan tali berwarna putih (yang terikat) di plafon," terang Lutfi.
KS yang mengetahui kejadian tersebut kemudian meminta bantuan kepada para tetangga. "Dan kemudian IA di bawa ke rumah sakit," imbuhnya.
Hingga Kamis (24/7/2025), peristiwa dugaan KDRT tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polsek Lawang dan Satreskrim Polres Malang. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Yakni mulai dari orang tua IA, kedua anak dari pasutri tersebut, hingga tetangga.
Baca Juga : Kini Pekerja Bisa Punya Rumah lewat Program MLT dari BPJS Ketenagakerjaan
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, sejumlah saksi menyebut sempat mendengar pasutri tersebut terlibat percekcokan. Pertengkaran dalam lingkup rumah tangga tersebut disebut terjadi pada malam sebelum keesokan harinya pasutri tersebut ditemukan tewas.
Lutfi menyebut, sampai saat ini pihaknya masih mendalami terkait permasalahan yang diduga melatarbelakangi terjadinya pertengkaran antara pasutri tersebut. "Saat ini masih kami dalami semuanya. Masih kami lakukan pemeriksaan, jadi untuk latar belakang dan sebagainya nanti menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut," pungkas Lutfi.
Sebagaimana diberitakan, semasa hidupnya, suami yang diduga tega membunuh istrinya tersebut diketahui bekerja sebagai pekerja proyek. Sehingga jarang di rumah dan dikenal tertutup serta jarang bersosialisasi dengan para tetangga.
Sementara istrinya, kesehariannya bekerja berjualan jajanan ke sekolah-sekolah sembari menjadi ibu rumah tangga. Pasutri tersebut memiliki dua orang anak. Sebelum ditemukan dalam kondisi kritis yang kemudian tewas, sang istri sempat mengantarkan kedua anaknya untuk pergi ke sekolah.
Hasil penyelidikan awal menyebutkan, sang istri diduga tewas dibunuh suaminya dengan kondisi mengalami lima luka tusuk. Luka tusukan tersebut ditemukan di bagian tubuh dan kaki korban yang membuat nyawanya tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.