free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Transportasi

Wali Kota Eri Tegaskan Pilih Komitmen Lindungi Transportasi Eksisting di Surabaya

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Yunan Helmy

23 - Jul - 2025, 09:11

Loading Placeholder
Penumpang turun dari bus Suroboyo.

JATIMTIMES - Rencana pengoperasian layanan Trans-Jatim Koridor VII yang melintasi wilayah Kota Surabaya belum mendapatkan izin untuk masuk ke Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan pentingnya integrasi layanan transportasi agar tidak menimbulkan dampak terhadap moda transportasi yang sudah berjalan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan trayek transportasi lama yang telah berizin dan beroperasi melayani warga. Ia berharap hadirnya transportasi baru tidak meniadakan layanan yang sudah ada.

Baca Juga : Launching Identitas Visual Baru, Surabaya City of Heroes: Lambangkan Semangat Kemajuan Warga

 “Saya berharap tidak ada ketika ada transportasi (baru) yang masuk, akan mematikan transportasi yang lainnya. Kita sudah punya nih, izin-izin trayek yang dari titik luar perbatasan Surabaya sampai ke kota, tiba-tiba (ini) dimasuki orang lain (transportasi lain), nah ini (trayek lama) gimana nasibnya,” kata Wali Kota Eri.

 Menurut dia, prinsip utama dalam pengembangan transportasi publik adalah integrasi antarmoda, bukan penggantian atau penghapusan layanan eksisting. Ia menekankan perlunya sinergi antara bus Trans-Jatim dan bus Suroboyo agar layanan kepada masyarakat bisa berjalan lebih optimal.

 “Maka harusnya terintegrasi, bukan mematikan yang sudah ada. Sehingga nanti ketika Trans-Jatim sampai, setelah itu disambut oleh bus Suroboyo, tapi termasuk biayanya harga berapa, monggo (silakan) saja,” ucapnya.

 Eri menyatakan telah memintakKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk menjalin koordinasi intensif dengan Dishub Provinsi Jawa Timur. Tujuannya adalah memastikan agar seluruh kebijakan transportasi publik yang diterapkan tidak menimbulkan tumpang tindih antar trayek. “Ini biar kepala Dishub Surabaya berkoordinasi dengan kadishub Provinsi,” imbuhnya.

 Ia menegaskan bahwa kehadiran transportasi baru di Surabaya hendaknya tidak membuat operator dan pengemudi angkutan eksisting kehilangan mata pencaharian. Menurut Eri, aspek kesejahteraan pelaku transportasi yang sudah lama beroperasi harus ikut diperhitungkan.

“Karena pikiran saya cuma satu, tidak mematikan yang lainnya. Ketika ada transportasi yang masuk, transportasi yang sudah ada tidak mati,” tegas ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) ini.

Baca Juga : Fraksi PDIP Surabaya: Pembiayaan Alternatif di APBD 2025 untuk Percepat Penanganan Banjir, Kemacetan, dan PJU

 Meski demikian,  Eri juga membuka ruang untuk kemungkinan integrasi penuh antara bus Suroboyo dan Trans-Jatim. Namun, ia menekankan bahwa skema integrasi itu harus mencakup sistem trayek hingga perhitungan tarif yang saling melengkapi.

 “Seperti yang saya bilang terintegrasi. Tidak ada yang sudah dilewati, yang sudah ada izin trayeknya apakah itu bus Suroboyo, yang di situ sudah ada sopirnya, yang kami juga membutuhkan perbaikan dari pendapatan tiba-tiba (transportasi baru) masuk. Terus yang (lama) ini perbaikannya gimana, sopirnya pendapatannya gimana, bayarnya dari mana, kan bisa mati,” ujar dia.

 Karena itu, Eri pun menggambarkan skenario ideal dimana transportasi antarwilayah dari luar kota diteruskan oleh moda dalam kota, seperti bus Suroboyo. Tentu saja skema ini dengan sistem tarif yang transparan dan tidak memberatkan masyarakat.

 "Tapi kalau dia (transportasi baru) ini terintegrasi, dari sini, diambil oleh bus Suroboyo jurusannya ke mana, itu kita lakukan, oh langsung terusan nanti biayanya seperti apa, ayo monggo (silahkan). Tapi yang pasti, yang sudah berjalan transportasinya tidak terganggu,” pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Yunan Helmy

Transportasi

Artikel terkait di Transportasi

--- Iklan Sponsor ---