JATIMTIMES - Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mengapresiasi kegiatan seminar pendidikan bertajuk pembelajaran koding dan artificial intelligence (AI) serta pembelajaran mendalam yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang bersama penerbit buku Erlangga.
Lathifah mengatakan, kegiatan seminar pendidikan bertajuk pembelajaran koding dan artificial intelligence serta pembelajaran mendalam seperti yang telah digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan penerbit Erlangga merupakan kegiatan yang baik. Pasalnya, kegiatan tersebut dalam meningkatkan kualitas kompetensi para guru di Kabupaten Malang.
"Kegiatan ini bagus dan baik untuk meningkatkan kapasitas para guru SD, SMP, negeri dan swasta, di Kabupaten Malang. Harapan kita, kegiatan ini dilanjutkan dengan aksi-aksi. Misalnya membentuk tim-tim untuk penulisan modul," ungkap Lathifah, Rabu (16/7/2025).
Lathifah yang dulunya pernah berprofesi sebagai guru selama kurang lebih 25 tahun ini menyampaikan, konsep pembelajaran mendalam atau deep learning ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Bahkan ketika dirinya masih berstatus mahasiswa, Lathifah mengaku dirinya juga mempelajari deep learning.
"Jadi, sebetulnya kan deep learning sudah lama sekitar tahun 1970-an. Itu output-nya di samping pengetahuan atau knowledge, skill atau keterampilan serta menginternalisasi dalam dirinya atau psikomotor. Sekarang lebih modern dan disesuaikan, karena sudah ada artificial intelligence," jelas Lathifah.

Menurut Lathifah, konsep deep learning dalam pembelajaran memiliki tiga prinsip utama. Yakni meaningful learning atau pembelajaran bermakna; mindful learning atau pembelajaran secara sadar dan aktif; serta joyful learning atau pembelajaran yang menyenangkan.
"Jadi, pendidikan itu bermakna, diberikan dengan menyenangkan dan berkesadaran siswa itu sedang belajar. Sehingga apa yang didapatkan itu dalam kehidupan anak-anak memang benar-benar bermanfaat," ujar Lathifah.
Pihaknya mengatakan, meskipun sudah ada teknologi artificial intelligence, para pendidik maupun siswa tidak serta merta menggunakan artificial intelligence untuk menggunakan secara penuh dalam segala hal.
Baca Juga : Manfaatkan Pemutihan PKB Jatim 2025, Ratusan Ojol di Surabaya Serbu Samsat Setiap Hari
"Saya sampaikan, kecerdasan buatan seperti AI ini tidak sepenuhnya menggunakan itu, tetapi tetap keputusan ada di manusianya," kata Lathifah.
Lebih lanjut, Lathifah mengatakan, pembelajaran koding dan artificial intelligence merupakan beberapa alat untuk menguatkan konsep pembelajaran mendalam atau deep learning kepada para siswa di era seperti sekarang ini yang serba modern.
"Dulu pemerintah ada PPSP, iitu pembelajaran dengan modul. Akhirnya maju berkelanjutan masing-masing siswa sesuai dengan kemampuannya. Ada siswa yang bisa menyelesaikan SMA selama dua tahun. Ada yang 1,5 tahun. Jadi mereka yang pintar diberikan akselerasi," pungkas Lathifah.