free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Menjaga Bumi dari Blitar: Beky Hardihansah Gaungkan Perang Melawan Polusi Plastik

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Yunan Helmy

12 - Jun - 2025, 19:19

Loading Placeholder
Wakil Bupati Blitar H Beky Hardihansah memimpin aksi simbolis penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Taman Wisata Vialor, Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Kamis (12/6/2025). (Foto: Prokopim Pemkab Blitar)

JATIMTIMES - Langit Wlingi bersih pagi itu, saat suara gemuruh langkah para peserta acara menyatu dengan semilir angin dari lereng Gunung Kelud. 

Kamis, 12 Juni 2025, Taman Wisata Vialor, Desa Tembalang, menjadi saksi semangat baru Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi panggung nyata untuk menyerukan komitmen bersama: menghentikan polusi plastik.

Baca Juga : Kiai Ngabehi Wirapatra: Dari Abdi Kesayangan Amangkurat I hingga Algojo Politik Mataram

Wakil Bupati Blitar H Beky Herdihansah berdiri di tengah barisan forkopimda, ketua TP PKK, ketua Perwosi, jajaran OPD, dan pelajar sekolah adiwiyata. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk berhenti bergantung pada plastik sekali pakai. 

“Kami ingin perubahan dimulai dari langkah kecil. Mengurangi plastik bukan hanya soal sampah, tapi soal masa depan anak cucu kita,” ucapnya dengan nada serius.

Menurut Beky, Kabupaten Blitar telah menjadikan isu lingkungan sebagai prioritas pembangunan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memperkuat kebijakan pengelolaan sampah, membangun kemitraan lintas sektor, dan memperluas infrastruktur lingkungan yang inklusif serta berkelanjutan. 

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perubahan membutuhkan gotong royong semua pihak, dari komunitas, pelaku usaha, hingga masyarakat paling bawah,” katanya.

Acara yang bertajuk “Ending Plastic Pollution” ini bukan sekadar seremoni tahunan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blitar Achmad Cholik menyebut tema tersebut menjadi pengingat penting bahwa persoalan plastik telah menyentuh sendi-sendi kehidupan. “Kita tidak bicara sampah semata, tapi tentang air yang kita minum, tanah yang kita tanami, dan ikan yang kita makan,” katanya dalam pidato sambutan.

Cholik menambahkan, plastik yang tak terkelola telah mencemari sungai, laut, bahkan masuk ke rantai makanan manusia. Oleh karena itu, ia mengapresiasi partisipasi komunitas lingkungan dan para pelajar yang hadir. “Anak-anak ini adalah garda depan perubahan. Semakin dini kita tanamkan cinta pada lingkungan, semakin besar peluang kita memperbaiki bumi,” ujarnya.

Beky pun memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan arah pembangunan Kabupaten Blitar. Ia menyebut pembangunan ke depan harus berakar pada potensi lokal, tapi tetap berpihak pada keberlanjutan. “Ekonomi lokal, UMKM, dan infrastruktur hijau harus jalan beriringan,” katanya.

Di tengah rindangnya pepohonan Vialor, para peserta tampak menyimak seruan Beky dengan antusias. Ia mengajak semua yang hadir untuk mulai memilah sampah dari sumbernya, membangun bank sampah, dan mendukung UMKM berbasis daur ulang. Tak ketinggalan, edukasi sejak dini juga menjadi agenda utama. “Tanamkan pada anak-anak bahwa mencintai lingkungan itu mulia. Karena dari mereka, masa depan bermula,” ujar Beky.

Baca Juga : MPP Kota Blitar Diresmikan, Menpan RB Puji Komitmen Wali Kota Mas Ibin

Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini juga dimeriahkan dengan penampilan siswa-siswi sekolah adiwiyata yang menampilkan drama pendek tentang bahaya plastik dan lomba daur ulang dari komunitas pegiat lingkungan. Beberapa pelajar mengaku senang karena acara ini membuat mereka lebih sadar tentang bahaya plastik. 

Di sela kegiatan, perwakilan dunia usaha dan CSR menyampaikan komitmen mereka mendukung pengelolaan sampah secara terintegrasi. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Hari itu, dari tengah taman yang dikelilingi hijaunya perbukitan, Kabupaten Blitar menggaungkan tekad yang kuat: lingkungan bukan sekadar latar, tapi panggung utama dalam pembangunan. Dalam narasi pembangunan berkelanjutan, Beky Hardihansah ingin Blitar menjadi contoh bagaimana bumi bisa dijaga, dimulai dari kebijakan yang berpihak dan kesadaran kolektif.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Vialor Tembalang tak hanya menebar pesan, tapi memulai langkah. Dari Blitar, semangat menjaga bumi terus mengalir, melintasi sungai, menyusuri sawah, hingga ke rumah-rumah warga. Mengurangi plastik, berarti menjaga hidup. Dan itu, adalah pembangunan yang sesungguhnya.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---