JATIMTIMES - Jelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo secara intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak dan sentra penjualan.
Dispaperta memilih salah satu lokasi yang menjadi fokus pemeriksaan yakni di kawasan Jalan Lingkar Timur, yang dikenal sebagai sentra penjualan sapi dan kambing.
Baca Juga : Pengangguran Tinggi, Sidoarjo Gelar Job Fair Hybrid 1.800 Lowongan Pekerjaan
Rina Vitriasari, Fungsional Medik Veteriner Muda sekaligus Subkoordinator Kesehatan Hewan Dispaperta Sidoarjo, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan di seluruh kecamatan. "Kami menjamin kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual di Sidoarjo dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit berbahaya, terutama penyakit yang bisa menular ke manusia," ujarnya saat ditemui dilokasi pada Selasa (27/5/2025).
Adapun pemeriksaan kali ini difokuskan untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular, khususnya penyakit zoonosis yang dapat ditularkan ke manusia.
Dua jenis penyakit yang menjadi fokus pengawasan adalah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD). Kedua penyakit tersebut masih ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Sidoarjo, sehingga lalu lintas ternak menjadi perhatian utama. "Karena penyakit itu masih ada di wilayah kita, maka pengawasan terhadap ternak yang masuk dan dijual di Sidoarjo terus kami lakukan," tambahnya.
Rina juga menjelaskan, sekitar 90 persen hewan kurban di Sidoarjo didatangkan dari luar daerah. Sehingga perlu adanya pengawasan ketat terhadap distribusi ternak sangat penting guna mencegah penyebaran penyakit.
Baca Juga : Kasus Hipertensi dan Diabetes Masih Tinggi, Pemkot Batu Gencarkan Skrining di 24 Desa-Kelurahan
Dalam pemeriksaan di salah satu lapak di Jalan Lingkar Timur, tim Dispaperta tidak menemukan tanda-tanda penyakit menular. Hanya ditemukan satu ekor sapi yang tampak lemah, serta cedera pada mata namun kondisinya masih tergolong aman.
"Ada satu sapi yang tampak lemas, tetapi hasil identifikasi menunjukkan tidak mengidap penyakit menular. Jika kondisinya tidak memburuk dalam beberapa hari ke depan, maka masih aman untuk dikurbankan dan dikonsumsi," tutupnya.