JATIMTIMES - Semangat masyarakat untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya lokal kembali terlihat dalam gelaran Madiun Menari 2026.hari ini 29 /08/2026. Sekitar 5.000 warga dari berbagai elemen masyarakat turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengusung tema “Satu Kota, Satu Gerak, Satu Irama".
Kegiatan tersebut menjadi ruang bersama bagi masyarakat Kota Madiun untuk mengenalkan, mencintai sekaligus menjaga keberadaan budaya lokal. Berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelaku seni hingga komunitas dan warga, bergerak bersama menjadikan Kota Madiun sebagai panggung budaya.
Baca Juga : Terpilih Aklamasi, Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim 2026–2031
Madiun Menari lahir dari aspirasi masyarakat dan para pelaku seni yang menginginkan adanya ruang untuk menampilkan serta memperkenalkan budaya lokal secara lebih luas. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kota Madiun hadir sebagai fasilitator untuk mendukung gagasan masyarakat tersebut.
Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa kegiatan Madiun Menari bukan sekadar agenda pemerintah, melainkan sebuah gerakan yang tumbuh dari masyarakat.
“Madiun Menari bukan acara Pemerintah untuk rakyat. Ini gerakan rakyat untuk kotanya,” ujar F. Bagus Panuntun.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam keberlangsungan kegiatan tersebut. Pemerintah memberikan ruang dan fasilitas, sementara masyarakat menjadi penggerak utama dalam menjaga serta mengembangkan budaya Kota Madiun.
Masyarakat Jadi Penggerak Budaya
Kehadiran ribuan warga dalam Madiun Menari 2026 menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun para seniman. Budaya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Melalui gerakan bersama tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga mengambil peran langsung dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Baca Juga : Bukan di Jalan, Meriahnya Karnaval Kemerdekaan Digelar di Matos hingga Rooftop
Konsep “Satu Kota, Satu Gerak, Satu Irama” menjadi simbol kebersamaan masyarakat Madiun. Perbedaan latar belakang justru dipersatukan melalui seni, gerak dan kecintaan terhadap kota.
Madiun Menari diharapkan dapat menjadi agenda budaya yang terus berkembang dan semakin memperkuat identitas Kota Madiun sebagai kota yang aktif dalam menjaga serta mengembangkan seni dan budaya lokal.
Dari masyarakat, untuk Madiun. Dari gerakan bersama, lahir kebanggaan terhadap budaya kota.