JATIMTIMES - Festival Mbois 11 di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, diwarnai kericuhan pada malam terakhir, Minggu (23/8/2026). Penonton sempat kecewa setelah diumumkan band Stand Here Alone (SHA) tidak bisa tampil.
Situasi sempat memanas hingga sejumlah botol minuman dilempar ke arah panggung. Panitia kemudian berupaya mengamankan area stage dan menenangkan penonton.
Kronologi kejadian tersebut dibagikan akun Instagram @malangholidaily. Berdasarkan informasi itu, kericuhan terjadi menjelang tengah malam saat Festival Mbois 11 memasuki penghujung acara.
Pada pukul 23.48 WIB, MC mengumumkan bahwa Stand Here Alone tidak dapat tampil. Setelah pengumuman tersebut, MC sekaligus menutup rangkaian acara.
"MC menyampaikan band terakhir Stand Here Alone tidak bisa tampil dan lanjut menutup acara," demikian keterangan yang dibagikan @malangholidaily, dikutip Senin (24/8/2026).
Pengumuman tersebut membuat sebagian penonton kecewa. Sebagian memilih meninggalkan lokasi, sementara beberapa penonton lainnya melampiaskan kekecewaan dengan melempar botol minuman ke arah stage.
"Penonton yang mendengar info tersebut kecewa. Beberapa ada yang pulang, ada juga yang melampiaskan dengan melempar botol minuman ke stage," tulis akun tersebut.
Panitia kemudian bergerak mengamankan situasi. Properti panggung turut diamankan untuk menghindari kerusakan.
Pada pukul 23.50 WIB, panitia berusaha menenangkan penonton yang berada di sekitar panggung. "Panitia berusaha menenangkan penonton dan mengamankan properti panggung," lanjut keterangan tersebut.
Dua menit kemudian, MC kembali muncul di panggung. Kali ini, penonton mendapat kabar bahwa Stand Here Alone tetap akan tampil.
"MC keluar dan mengumumkan kalo Stand Here Alone tetap main tapi penonton dihimbau tenang dan jangan berbuat ricuh," demikian kronologinya.
Stand Here Alone kemudian naik ke atas panggung pada pukul 00.09 WIB. Band tersebut tampil hingga sekitar pukul 00.30 WIB.
Vokalis dan bassist Stand Here Alone kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya @heymbenk pada kolom komentar @malangholidaily. Ia menjelaskan persoalan jadwal yang membuat penampilan band tersebut molor hingga mendekati tengah malam.
Menurut heymbenk, Stand Here Alone seharusnya tampil pada pukul 22.00 WIB. Bahkan, sejak pukul 20.00 WIB personel sudah berada di backstage.
Baca Juga : Pertina Kota Malang Nyalakan Lagi Gairah Tinju lewat Malang The Glory Land
"Di rundown kita main harusnya jam 10 malem, jam 8 malem kita udah ada di backstage, sampai jam 11 malam acara masih ngaret," tulisnya.
Dia kemudian menjelaskan adanya kesepakatan antara tiga penampil terakhir, yakni MCPR, Ajeng Febria, dan Stand Here Alone.
"Dan 3 performer terakhir MCPR, Ajeng Febria, SHA sepakat untuk main hanya 20 menit untuk mempersingkat supaya ga kemaleman," lanjutnya.
Namun, menurut dia, pelaksanaan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan kesepakatan tersebut. "Tebak apa yang terjadi? MCPR tepat 20 menit, Ajeng Febria ada kendala saat set up hampir 20 menit lebih dan performnya lebih dari 20 menit dan terakhir SHA," tulisnya.
Meski begitu, pihak Stand Here Alone menegaskan tidak ingin menyalahkan pihak tertentu. Mereka hanya meminta adanya ketegasan terhadap keputusan yang sebelumnya telah disepakati bersama.
"Kita tidak menyalahkan pihak manapun hanya ingin ketegasan dengan keputusan bersama yang sudah dibuat. Terima kasih teman-teman Malang," demikian klarifikasi heymbenk.
Sebagai informasi, Festival Mbois 11 merupakan rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari di Stadion Gajayana, Kota Malang. Pada hari terakhir, kawasan festival dipadati ribuan pengunjung, mulai dari area lapangan hingga tribun stadion.
Rangkaian acara secara resmi ditutup dengan penampilan Stand Here Alone. Sebelumnya, panggung Festival Mbois 11 juga dimeriahkan sejumlah musisi dan grup musik lokal. Di antaranya Tani Maju, Arca Tataswara, MCPR dan Ajeng Febria.
Selain pertunjukan musik, Festival Mbois 11 juga menghadirkan berbagai kegiatan lain. Pengunjung dapat menikmati bazar pelaku UMKM serta sejumlah perlombaan kreatif yang diperuntukkan bagi anak-anak.