free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Hiburan, Seni dan Budaya

Diikuti Peserta Lintas Agama, Kirab Pawai Budaya Ancak Agung Teguhkan Ukhuwah dan Toleransi di Jember Terjaga

Penulis : Moh. Ali Mahrus - Editor : Nurlayla Ratri

23 - Aug - 2026, 07:49

Loading Placeholder
Warga saat berebut sayuran yang dihias berupa ancak. (Ist)

JATIMTIMES - Ribuan peserta dari berbagai instansi dan agama, Sabtu (22/8/2026) sore mengarak ratusan tumpeng yang dibuat dari hasil bumi, ada pagelaran Ancak Agung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait SE. MSc., dengan didampingi Wakapolres Jember Kompol Anthonio Effan Sulaiman, S.I.K., M.A serta perwakilan dari tokoh dari berbagai agama dan kepercayaan, tidak hanya melepas peserta kirab, tapi juga ikut jalan mulai dari pelepasan di pertigaan jalan Kenangan hingga finish di alun-alun Jember.

Baca Juga : SEMA 4/2026 Larang Kasasi Putusan Bebas, Apa Kata Pakar Hukum Tata Negara UB?

Dalam sambutannya, Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait menyampaikan bahwa, kegiatan kirab Ancak Agung menjadi momentum untuk merawat warisan budaya, memperkuat gotong royong, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

"Ancak Agung merupakan tradisi budaya masyarakat Jember yang menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW. Tradisi ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi umat beragama di Jember, tidak hanya umat Islam, tapi juga ada dari Nasrani, Katolik, Hindu dan aliran kepercayaan," ujar Bupati.

Tidak hanya peserta, keberagaman isi dan bentuk ancak juga menggambarkan kekayaan hasil pertanian sekaligus kreativitas masyarakat Jember dalam menjaga tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kirab tahun ini, untuk memecahkan dua rekor MURI sekaligus, yakni jumlah peserta ancak agung terbanyak, memecahkan rekor tahun sebelumnya yang juga digelar di Jember, serta rekor tumpeng dari Suwar suwir, itu masih dihitung sama MURI jumlah ancaknya," ujar Bupati.

Bupati juga menyebutkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, seperti OPD, sekolah, kepala desa dan berbagai organisasi, menunjukkan bahwa Ancak Agung menjadi tradisi bersama yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu semangat kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antarsesama. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI sama-sama membawa pesan penting tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

Pesan kemanusiaan turut disampaikan melalui syal bercorak Indonesia dan Palestina yang dikenakan Gus Fawait. Ia menjelaskan bahwa simbol tersebut bukan dimaksudkan sebagai simbol agama, melainkan sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan bangsa Palestina. Sikap tersebut, menurutnya, sejalan dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa.

“Ini bukan urusan agama, tetapi ini adalah urusan kemanusiaan. Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga : Bikin Anak Lupa Gadget, Ratusan Layang-Layang Serbu Langit Karas Magetan

Ia berharap nilai kemanusiaan tersebut terus tumbuh dari daerah dan menjadi bagian dari kontribusi Jember dalam menyuarakan perdamaian serta kehidupan yang saling menghormati. Sejalan dengan pesan tersebut, Gus Fawait mengingatkan pentingnya menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Kecintaan kepada Rasulullah, menurutnya, harus diwujudkan melalui akhlak yang menghargai perbedaan, termasuk memberikan ruang kepada umat agama lain untuk menjalankan ibadah dengan tenang. “Kalau mengaku umat Nabi Muhammad, tidak mungkin akan mengganggu ibadah agama yang lain,” tegasnya.

Kirab Ancak Agung pada akhirnya menjadi gambaran bahwa tradisi dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai latar belakang dalam satu semangat persaudaraan.

Dari hasil bumi dan makanan tradisional yang dibawa dalam ancak, masyarakat tidak hanya menunjukkan kekayaan potensi daerah, tetapi juga memperlihatkan semangat gotong royong dalam menjaga warisan budaya.

“Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi. Dari Jember untuk Indonesia, dari Jember untuk dunia. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” pungkas Gus Fawait. (*)


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Moh. Ali Mahrus

Editor

Nurlayla Ratri

Hiburan, Seni dan Budaya

Artikel terkait di Hiburan, Seni dan Budaya

--- Iklan Sponsor ---