JATIMTIMES - Musisi Benny Blanco mencuri perhatian setelah membagikan eksperimen pola makan yang tidak biasa. Suami Selena Gomez tersebut mengaku berat badannya turun sekitar 2 kilogram setelah selama lima hari hanya mengonsumsi pizza.
Eksperimen itu dibagikan Benny melalui akun TikTok miliknya. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan proses diet yang dijalaninya dari hari pertama hingga hari kelima dengan pizza sebagai satu-satunya makanan yang dikonsumsi.
Baca Juga : Libur Maulid Nabi Bikin Stasiun Malang Ramai, 28.660 Penumpang Diproyeksikan Naik Kereta
Benny memulai eksperimen dengan berat badan 152,2 pon atau sekitar 69 kilogram. Setiap hari, ia menyantap satu pizza berukuran besar dengan jenis thin crust dari Domino’s.
Komitmennya terhadap eksperimen tersebut bahkan tetap dilakukan ketika Benny tengah menghabiskan waktu bersama Selena Gomez. Saat keduanya menikmati waktu di Sunset Tower Hotel, Los Angeles, Benny disebut tetap membawa kotak pizza miliknya. Sementara Selena menikmati hidangan yang tersedia di restoran.
Memasuki hari ketiga, eksperimen tersebut mulai membuat Benny merasa jenuh. Ia mengaku sudah tidak tahan dengan menu yang sama setiap hari.
“Aku benci hidupku!” ujar Benny saat mengungkapkan rasa frustrasinya pada hari ketiga.
Meski merasa bosan, Benny tetap melanjutkan eksperimen hingga hari kelima. Ia bahkan menggambarkan bagaimana pizza telah mendominasi kesehariannya.
“Aku bahkan tak ingat lagi rasanya menjadi manusia normal. Seperti apa kehidupan sebelum ada pizza?” katanya.
Setelah lima hari menjalani pola makan tersebut, Benny kembali melakukan penimbangan berat badan. Timbangannya menunjukkan angka 147,5 pon atau sekitar 66,9 kilogram. Dengan demikian, berat badannya tercatat turun sekitar 4,7 pon atau kurang lebih 2,1 kilogram dari berat awal.
“Aku baru saja turun 2,1 kilogram cuma dengan makan pizza. Tidak ada yang mustahil, lakukan apa pun yang kamu mau,” kata Benny.
Baca Juga : Fraksi PAN DPRD Jatim Pertanyakan Klaim Pertumbuhan Inklusif di Tengah Ketimpangan Daerah
Namun, hasil eksperimen tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa pizza merupakan pilihan yang aman atau efektif untuk menurunkan berat badan. Penurunan angka di timbangan dalam waktu singkat dapat terjadi karena tubuh mengalami defisit kalori dan perubahan cairan, bukan berarti seluruh berat yang hilang merupakan lemak tubuh.
Pola makan yang hanya mengandalkan pizza juga berisiko membuat tubuh kekurangan sejumlah zat gizi penting. Pizza pada umumnya lebih banyak menyumbang karbohidrat, lemak, dan natrium, sementara kebutuhan serat, vitamin, mineral, serta komposisi protein yang seimbang belum tentu terpenuhi.
Asupan sodium dan lemak jenuh yang tinggi, terutama dari keju dan daging olahan seperti pepperoni atau sosis, juga perlu menjadi perhatian jika dikonsumsi secara berlebihan. Dalam jangka panjang, pola makan tinggi sodium dan lemak jenuh dapat berdampak buruk terhadap kesehatan jantung dan tekanan darah.
Selain itu, minimnya variasi makanan dapat membuat asupan protein dan serat tidak optimal. Jika berlangsung lebih lama, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi pemeliharaan massa otot dan kesehatan sistem pencernaan.
Kekurangan serat dari sumber seperti sayuran, buah, dan biji-bijian juga dapat menyebabkan gangguan buang air besar serta mengurangi keragaman asupan yang mendukung kesehatan mikrobioma usus.
Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga tidak selalu berarti hasil yang lebih baik. Sebagian perubahan berat badan dalam waktu singkat dapat berasal dari berkurangnya cairan tubuh dan cadangan glikogen, sehingga berat badan bisa kembali meningkat ketika pola makan kembali seperti semula.