JATIMTIMES - Libur peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta api. Di Stasiun Malang, jumlah pelanggan yang diproyeksikan tiba selama periode 21-25 Agustus 2026 bahkan lebih tinggi dibandingkan pelanggan yang berangkat.
Berdasarkan data sementara KAI Daop 8 Surabaya hingga Minggu (23/8/2026), tercatat 28.660 pelanggan diproyeksikan menggunakan layanan kereta api melalui Stasiun Malang selama periode libur tersebut.
Baca Juga : Pesawat Terbang Listrik Ini Cuma Habiskan Rp 88 Ribu untuk Terbang 27 Menit
Dari jumlah itu, 15.457 pelanggan merupakan penumpang yang diperkirakan tiba di Stasiun Malang. Sementara 13.203 pelanggan diproyeksikan berangkat dari Stasiun Malang.
Dengan demikian, jumlah pelanggan yang tiba di Stasiun Malang lebih banyak 2.254 orang dibandingkan pelanggan yang berangkat. Komposisinya sekitar 53,9 persen pelanggan tiba dan 46,1 persen pelanggan berangkat dari total proyeksi perjalanan.
Jumlah tersebut masih dapat berubah karena penjualan tiket, khususnya untuk perjalanan kereta api jarak jauh, masih berlangsung hingga periode libur berakhir pada 25 Agustus 2026.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, tingginya mobilitas melalui Stasiun Malang menunjukkan antusiasme masyarakat memanfaatkan libur Maulid Nabi Muhammad SAW untuk bepergian.
“Pergerakan pelanggan selama periode 21-25 Agustus 2026 menunjukkan aktivitas perjalanan masyarakat yang cukup signifikan. Kereta api menjadi salah satu pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan bebas dari kepadatan lalu lintas di jalan raya,” kata Mahendro.
Menurut dia, perjalanan masyarakat pada momentum libur tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan keluarga. Sebagian pelanggan juga memanfaatkan waktu libur untuk berwisata maupun melakukan berbagai aktivitas lainnya di Malang dan daerah tujuan lain yang terhubung melalui perjalanan kereta api.
Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas pelanggan, KAI Daop 8 Surabaya mengoptimalkan pelayanan di Stasiun Malang maupun selama perjalanan. Petugas disiagakan di sejumlah titik pelayanan untuk membantu pelanggan, terutama ketika terjadi peningkatan volume penumpang.
Selain mengandalkan kereta api, mobilitas pelanggan dari Stasiun Malang juga didukung konektivitas transportasi umum. KAI mendorong integrasi layanan kereta api dengan Bus Trans Jatim, sehingga pelanggan memiliki pilihan transportasi lanjutan setelah tiba di stasiun.
Baca Juga : Ramai Ajakan Pindah Saldo Mandiri Buntut Rekening Aktivis Demo Diblokir
Integrasi antarmoda tersebut diharapkan membuat perjalanan menggunakan transportasi publik menjadi lebih praktis. Pelanggan tidak hanya dimudahkan saat perjalanan utama menggunakan kereta api, tetapi juga ketika harus melanjutkan perjalanan menuju tujuan akhir.
Mahendro mengimbau masyarakat yang akan bepergian pada sisa periode libur untuk memastikan kembali jadwal keberangkatan dan tiket sebelum menuju stasiun.
“Kami mengajak pelanggan untuk merencanakan perjalanan sejak awal, memastikan kembali jadwal dan tiket perjalanan, serta memanfaatkan berbagai layanan KAI yang tersedia,” imbaunya.
“Dengan persiapan yang baik, kami berharap perjalanan pelanggan selama momentum libur Maulid Nabi Muhammad SAW dapat berlangsung aman, nyaman, lancar, dan menyenangkan,” tambah Mahendro.
Pelanggan juga diminta datang ke stasiun sesuai waktu yang telah ditentukan serta memperhatikan informasi terbaru terkait perjalanan. Berbagai kebutuhan perjalanan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, mulai dari pemesanan tiket, pengecekan jadwal, hingga mendapatkan informasi perjalanan.
Dengan proyeksi 28.660 pelanggan selama lima hari periode libur, Stasiun Malang menjadi salah satu titik penting pergerakan masyarakat melalui layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya. KAI memastikan pelayanan tetap dioptimalkan agar peningkatan mobilitas pelanggan selama libur Maulid Nabi dapat berlangsung aman dan lancar.