JATIMTIMES - Sebagai kawasan yang dikelilingi laut dan memiliki banyak sungai serta danau, Asia punya kekayaan kuliner berbahan ikan yang sangat beragam. Hampir setiap negara memiliki jenis ikan yang menjadi bagian penting dari hidangan tradisionalnya.
Mulai dari tuna premium yang biasa disajikan sebagai sushi hingga ikan air tawar yang menjadi menu sehari-hari, semuanya memiliki karakter rasa dan cara pengolahan yang berbeda.
Baca Juga : 24 Agustus 2026 Libur atau Tidak? Cek Jadwal Cuti Bersama Maulid Nabi
Salah satu daftar yang menarik perhatian datang dari TasteAtlas. Platform kuliner tersebut merangkum 15 ikan yang mendapatkan penilaian terbaik dari audiensnya di kawasan Asia.
Berdasarkan data yang tercantum di laman TasteAtlas hingga 5 Agustus 2026, daftar tersebut memperoleh 415 penilaian, dengan 328 di antaranya telah diverifikasi oleh sistem.
TasteAtlas menjelaskan, peringkat tersebut dibuat berdasarkan penilaian audiens. Sistem yang digunakan dirancang untuk mengenali pengguna asli, mengabaikan penilaian yang dianggap berasal dari bot, sekaligus mengurangi kemungkinan bias lokal dan nasional.
TasteAtlas juga memberikan bobot lebih besar kepada pengguna yang dinilai memiliki pengetahuan mengenai kuliner.
"Peringkat ini bertujuan untuk mempromosikan kuliner lokal yang berkualitas, menumbuhkan rasa bangga atas hidangan tradisional, dan memicu rasa penasaran untuk mencoba rasa-rasa baru," tulis TasteAtlas pada laman resminya, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Menariknya, tidak ada ikan asal Indonesia yang masuk dalam 15 besar daftar tersebut. Jepang menjadi negara yang paling banyak menyumbangkan jenis ikan, disusul China, India, Bangladesh, dan Filipina.
Lantas, ikan apa saja yang masuk daftar ikan paling enak di Asia versi TasteAtlas 2026?
15 ikan terbaik di Asia versi TasteAtlas 2026
1. Otoro Tuna – Jepang
Otoro merupakan bagian perut tuna sirip biru yang dikenal memiliki kandungan lemak tinggi. Bagian ini memiliki tekstur sangat lembut dan kerap dianggap sebagai salah satu potongan tuna premium.
Otoro umumnya disajikan sebagai sashimi atau nigiri sehingga karakter rasa dan teksturnya dapat dinikmati secara langsung.
2. Akami Tuna – Jepang
Berbeda dengan otoro, akami berasal dari bagian tuna yang lebih sedikit mengandung lemak. Potongan ini menjadi salah satu bagian tuna yang paling umum dikonsumsi.
Akami dikenal memiliki rasa umami yang kuat dan biasanya memiliki harga lebih terjangkau dibandingkan potongan tuna berlemak tinggi.
3. Chūtoro Tuna – Jepang
Chūtoro berada di antara akami dan otoro dalam hal kandungan lemak. Potongan tuna ini menawarkan perpaduan tekstur lembut dengan rasa gurih yang khas.
Chūtoro juga banyak digunakan dalam sajian sushi dan sashimi.
4. Unagi – Jepang
Unagi merupakan sidat air tawar yang populer dalam kuliner Jepang. Ikan ini biasanya dipanggang kemudian diberi saus dengan perpaduan rasa manis dan gurih.
Pengolahan unagi membutuhkan keahlian karena ikan tersebut memiliki bagian yang tidak aman untuk dikonsumsi apabila tidak ditangani dengan benar.
5. Bangus – Filipina
Bangus merupakan nama ikan bandeng di Filipina dan menjadi salah satu ikan yang cukup populer di negara tersebut.
Dagingnya lembut dan dapat dimasak dengan berbagai cara, mulai dari digoreng, dipanggang hingga diolah menjadi sup. Masuknya bangus membuat Filipina menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang memiliki ikan dalam daftar 15 besar TasteAtlas tersebut.
6. Ilish – Bangladesh
Ilish merupakan ikan air tawar yang memiliki tekstur lembut dan menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner Bengali.
Ikan ini dapat dimasak dengan cara digoreng, dikukus maupun dimasak menggunakan kuah berbumbu. Telur ilish juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang bernilai dalam kuliner setempat.
7. Cao Yu atau Grass Carp – China
Cao yu atau grass carp merupakan ikan karper berukuran besar yang banyak mengonsumsi tumbuhan air.
Selain digunakan sebagai bahan pangan, ikan ini juga memiliki peran dalam membantu mengendalikan pertumbuhan tanaman air di habitatnya.
8. Fugu – Jepang
Fugu merupakan ikan buntal yang terkenal karena mengandung racun berbahaya. Karena itu, pengolahannya tidak bisa dilakukan sembarangan.
Baca Juga : Kekeringan di Malang Selatan Meluas, Ribuan Jiwa di Kedungbanteng Sumawe Ikut Terdampak
Di Jepang, fugu harus ditangani oleh koki yang memiliki keahlian dan lisensi khusus. Ikan ini kemudian dapat disajikan dalam berbagai bentuk hidangan.
9. Rohu – India
Rohu adalah ikan air tawar yang populer di kawasan Asia Selatan, khususnya dalam masakan India.
Dagingnya dikenal lembut dengan rasa yang cenderung ringan. Rohu kerap dimasak menjadi kari, digoreng atau diolah menggunakan beragam bumbu khas setempat.
10. Nigorobuna – Jepang
Nigorobuna merupakan jenis ikan mas liar yang berasal dari Danau Biwa, Jepang.
Ikan ini dikenal sebagai salah satu bahan utama funazushi, makanan fermentasi tradisional dari Prefektur Shiga yang memiliki karakter aroma dan rasa yang cukup kuat.
11. Guìyú atau Mandarin Fish – China
Guìyú atau mandarin fish merupakan ikan air tawar yang cukup populer dalam masakan China.
Dagingnya berwarna putih, padat dan memiliki rasa sedikit manis. Ikan ini juga dikenal memiliki duri yang relatif sedikit sehingga cocok diolah menjadi hidangan kukus maupun masakan dengan saus bercita rasa asam manis.
12. Karimeen – India
Karimeen merupakan ikan yang banyak ditemukan di perairan payau Kerala, India.
Ikan ini dikenal dengan dagingnya yang gurih. Salah satu cara pengolahannya adalah menggunakan berbagai rempah kemudian dimasak atau dibungkus dengan daun pisang.
13. Bombil atau Bombay Duck – India
Bombil merupakan ikan laut bertubuh lunak yang populer di sejumlah wilayah India, termasuk Maharashtra.
Ikan ini dapat dikeringkan terlebih dahulu atau digoreng sampai renyah. Bombil juga kerap disajikan sebagai pendamping makanan utama maupun camilan.
14. Hua Ping Yu atau Chinese Brill – China
Hua ping yu atau Chinese brill merupakan jenis ikan pipih laut yang dikenal dalam kuliner China.
Dagingnya memiliki tekstur halus dan lembut dengan rasa sedikit manis. Salah satu metode memasak yang umum digunakan adalah mengukusnya agar karakter daging ikan tetap terasa.
15. Catla – India
Catla merupakan ikan karper sungai berukuran besar yang banyak dikonsumsi di kawasan Asia Selatan.
Ikan ini memiliki kepala berukuran besar dan bagian tersebut dikenal memiliki cita rasa yang khas. Catla juga sering digunakan sebagai bahan berbagai hidangan kari dan masakan berbumbu.
Jepang mendominasi, Indonesia belum masuk
Dari daftar tersebut, Jepang menjadi negara yang paling banyak menempatkan ikannya di posisi 15 besar. Beberapa di antaranya bahkan merupakan bagian tertentu dari tuna, seperti otoro, akami dan chūtoro.
India dan China juga memiliki beberapa jenis ikan yang masuk dalam daftar. Sementara itu, Bangladesh dan Filipina masing-masing menyumbangkan satu jenis ikan.
Khusus kawasan Asia Tenggara, Bangus atau bandeng dari Filipina menjadi satu-satunya ikan yang berhasil masuk daftar.
Sementara itu, belum ada ikan dari Indonesia yang masuk dalam 15 besar ikan terbaik di Asia versi TasteAtlas 2026.