free web hit counter
Promo Tokopedia
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

Bupati Situbondo Soroti Sampah Pesisir saat Petik Laut Besuki, Siapkan TPS untuk Atasi Persoalan Lingkungan

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Yunan Helmy

27 - Jul - 2026, 14:45

Loading Placeholder
Kondisi pesisir di Desa Pesisir ,Kecamatan Besuki, Situbondo, penuh sampah. (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di kawasan pesisir saat menghadiri tradisi selamatan petik laut di Dusun Pesisir Lor, Desa Pesisir, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Senin (27/7/2026). 

Dalam kesempatan itu, bupati tidak hanya mengikuti rangkaian tradisi tahunan masyarakat nelayan, tetapi juga mengajak warga membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Baca Juga : Nakhoda Baru, Kadin Lamongan Bakal Perkuat Investasi hingga Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Pria yang akrab disapa Mas Rio itu mengatakan, kehadirannya dalam tradisi petik laut membawa misi khusus untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir. Menurut dia, tradisi budaya yang telah diwariskan turun-temurun perlu diiringi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Saya diundang dan memang ingin datang karena membawa misi. Tradisi petik laut ini biasa dilakukan masyarakat pesisir Jawa-Madura. Tapi saya juga ingin mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Mas Rio.

Dalam dialog bersama masyarakat, Mas Rio menyoroti kondisi pesisir Besuki yang masih dipenuhi sampah. Padahal, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah beberapa kali melakukan aksi bersih-bersih di kawasan tersebut. Kondisi itu, menurut dia, menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan sarana dan prasarana, tetapi juga pola pikir masyarakat.

“Coba lihat, ini masih kotor sekali. Kita sudah berkali-kali membersihkan wilayah pesisir Besuki ini, tapi belum maksimal. Artinya, selain fasilitas, ini juga soal mindset,” tandasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Situbondo berencana membangun fasilitas tempat pembuangan sementara (TPS) di kawasan pesisir pada tahun ini. Pada tahap awal, pemerintah akan menyediakan satu unit TPS berkapasitas besar agar masyarakat memiliki lokasi yang layak untuk membuang sampah sebelum diangkut ke tempat pengolahan.

Mas Rio juga mengaitkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam tradisi petik laut. Menurut dia, masyarakat selama ini menggelar petik laut sebagai ungkapan syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT melalui hasil laut. Namun, rasa syukur tersebut harus diwujudkan dengan menjaga kelestarian alam sebagai sumber penghidupan.

“Masyarakat melakukan petik laut untuk mencari keberkahan, penghidupan, dan rezeki dari laut. Tapi kalau tidak menjaga bumi, pasti akan ada dampak negatif. Ini harus jadi kesadaran bersama,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, guru ngaji, hingga para nelayan, untuk bersama-sama menanamkan budaya hidup bersih. Menurut dia, tradisi petik laut harus memiliki dimensi yang lebih luas, yakni menjadi momentum membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Baca Juga : Lima Fraksi Abstain di LKPJ Wali Kota, Silpa Bengkak Menahun Pemkot Malang Disorot

Sementara itu, Kepala Desa Pesisir Besuki, Ahmadi, menjelaskan bahwa tradisi petik laut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat kepada Allah SWT atas hasil laut yang menjadi sumber penghidupan warga. Dalam prosesi tersebut, masyarakat melarung "gitek" atau perahu kecil yang berisi sesaji, termasuk kepala sapi dan berbagai hasil bumi dengan nilai keseluruhan diperkirakan mencapai sekitar Rp6 juta.

Ahmadi mengakui persoalan sampah di wilayah pesisir cukup kompleks. Selain berasal dari aktivitas masyarakat setempat, banyak sampah yang terbawa arus Sungai Kalianget hingga bermuara di kawasan pantai. Kondisi tersebut membuat upaya menjaga kebersihan pesisir menjadi tantangan yang tidak mudah.

Menurut dia, keterbatasan akses jalan juga menjadi kendala dalam pengelolaan sampah. Selama ini, sampah hanya dikumpulkan di lokasi sementara sebelum akhirnya kembali terbawa arus ketika air laut pasang. Karena itu, pemerintah desa sangat berharap pembangunan TPS yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Situbondo dapat segera direalisasikan.

Ke depan, Pemerintah Desa Pesisir juga berencana menggerakkan kerja bakti rutin bersama masyarakat sebagai upaya menjaga kebersihan kawasan pantai. Meski demikian, aktivitas warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan menjadi tantangan tersendiri dalam menentukan waktu pelaksanaan gotong royong. 

"Kalau ada tempat penampungan, insya Allah masalah sampah di pesisir bisa lebih teratasi," pungkas Ahmadi.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Yunan Helmy

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---