free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Lingkungan

BMKG Ungkap Daftar Daerah yang Sudah Lebih dari Sebulan Tak Diguyur Hujan, 3 Wilayah Jatim Masuk

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

15 - Jul - 2026, 13:45

Loading Placeholder
Ilustrasi kemarau. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di berbagai wilayah Indonesia. Meski sebagian daerah masih diguyur hujan, sejumlah wilayah lain justru telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang, bahkan ada yang sudah lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui unggahan di akun Instagram resminya, @infobmkg, melaporkan hingga awal Juli 2026 sebanyak 423 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 60,5 persen wilayah musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Baca Juga : Gubernur Jatim Minta Enam Pejabat Baru Percepat Implementasi Transformasi Digital

Kondisi tersebut menunjukkan musim kemarau kini semakin meluas. Namun, distribusi curah hujan di Indonesia masih belum merata sehingga sebagian daerah masih menerima hujan, sementara wilayah lainnya mulai menghadapi periode kering yang cukup panjang.

BMKG menggunakan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH) untuk memantau lamanya suatu wilayah tidak menerima hujan. Berdasarkan data yang dipublikasikan melalui akun @infobmkg hingga 10 Juli 2026, terdapat sejumlah daerah yang masuk kategori HTH ekstrem panjang, yakni lebih dari 30 hari tanpa hujan. Berikut daftarnya.

1. Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta – 69 Hari

Kabupaten Bantul menjadi wilayah dengan periode tanpa hujan terpanjang di Indonesia. BMKG mencatat daerah ini telah mengalami 69 hari tanpa hujan hingga 10 Juli 2026.

2. Kabupaten Sragen, Jawa Tengah – 68 Hari

Sragen menempati posisi berikutnya dengan catatan 68 hari tanpa hujan. Kondisi ini menunjukkan musim kemarau mulai berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

3. Kabupaten Blitar, Jawa Timur – 68 Hari

Kabupaten Blitar juga mencatat 68 hari tanpa hujan. Wilayah ini menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang mengalami periode kering terpanjang berdasarkan pemantauan BMKG.

4. Kabupaten Madiun, Jawa Timur – 67 Hari

Kabupaten Madiun telah mengalami 67 hari tanpa hujan. Masyarakat di wilayah ini diimbau mulai menghemat penggunaan air untuk mengantisipasi musim kemarau yang masih berlangsung.

5. Kabupaten Magetan, Jawa Timur – 67 Hari

Kabupaten Magetan mencatat kondisi serupa dengan Madiun, yakni 67 hari tanpa hujan. Jika kondisi ini terus berlanjut, potensi kekeringan diperkirakan semakin meningkat.

Masih Banyak Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan

Selain merilis data daerah dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem, BMKG juga mengungkapkan bahwa masih ada sejumlah wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami hujan meski musim kemarau telah meluas.

Baca Juga : MagangHub Kemnaker 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Fresh Graduate Bisa Dapat Uang Saku hingga Rp 6 Juta

Wilayah tersebut meliputi sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, sebagian Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, Banten bagian utara, dan sebagian DKI Jakarta.

Sementara di Pulau Jawa, hujan masih berpeluang turun di sebagian Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta, serta sebagian besar Jawa Timur. Kondisi serupa juga terjadi di sebagian Bali, sebagian besar Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian besar Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Kalimantan Tengah, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, hingga sebagian Papua Selatan.

Data tersebut menunjukkan bahwa distribusi curah hujan di Indonesia masih sangat bervariasi. Karena itu, kondisi cuaca di setiap daerah dapat berbeda meski sama-sama berada dalam periode musim kemarau.

Melihat kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau agar menggunakan air secara bijak dan menerapkan langkah-langkah penghematan guna mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.

Sementara itu, masyarakat yang masih berada di daerah dengan intensitas hujan cukup tinggi diminta tetap waspada terhadap potensi genangan maupun banjir. Salah satu langkah yang disarankan adalah rutin membersihkan saluran air dan selokan agar aliran air tetap lancar saat hujan turun.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan perkembangan musim melalui kanal resmi BMKG. Dengan begitu, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sekaligus mengantisipasi dampak cuaca sesuai kondisi di wilayah masing-masing.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Lingkungan

Artikel terkait di Lingkungan

--- Iklan Sponsor ---