JATIMTIMES - Kunjungan wisata ke Kota Malang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang mencatat sebanyak 1,4 juta pergerakan wisatawan selama lima bulan terakhir.
Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi mengatakan, capaian tersebut menjadi modal kuat untuk mengejar target 3,4 juta kunjungan wisata hingga akhir tahun. Optimisme itu didasarkan pada pola kunjungan yang biasanya meningkat signifikan menjelang akhir tahun.
Baca Juga : PAN DPRD Jatim Soroti Macetnya Pembangunan SDM, Rata-rata Tidak Lulus SMP
"Target kami sampai akhir tahun 3,4 juta kunjungan. Biasanya mulai Oktober, November, hingga Desember menjadi puncak kunjungan wisata," ujar Baihaqi.
Menurutnya, momentum libur sekolah turut memberikan dampak terhadap peningkatan jumlah wisatawan. Meski demikian, Disporapar tidak menghitung lonjakan kunjungan berdasarkan setiap agenda atau event, melainkan melalui akumulasi data bulanan.
"Kalau ada libur sekolah memang ada grafik kenaikan. Tetapi perhitungannya kami lakukan setiap bulan, bukan per event," jelasnya.
Baihaqi menerangkan, angka kunjungan wisata yang dicatat bukan hanya wisatawan yang menginap di Kota Malang. Perhitungan dilakukan berdasarkan pergerakan wisatawan yang mengunjungi berbagai destinasi wisata di daerah tersebut.
Data tersebut dihimpun dari berbagai sumber, mulai laporan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola destinasi wisata, hingga kawasan wisata tematik seperti Kampung Heritage Kayutangan. Seluruh data kemudian dikompilasi untuk memperoleh jumlah pergerakan wisatawan.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kajati Jatim, Perkuat Kepatuhan Jaminan Sosial bagi Pekerja
"Yang kami hitung adalah pergerakan wisatawan. Datanya berasal dari laporan Pokdarwis, pengelola destinasi wisata, termasuk Kampung Heritage Kayutangan, kemudian kami kombinasikan menjadi data kunjungan wisata," paparnya.
Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Malang juga terus bertambah. Hingga pertengahan 2026, jumlah wisatawan asing yang tercatat telah mencapai sekitar 17 ribu orang.