JATIMTIMES - SPPG 1 di Dusun Begelenan Desa Karangsono Bangsalsari Jember, di bawah naungan mitra yayasan Indoavysta Tisnogambar, yang menyebabkan puluhan siswa dan ibu menyusui opname di sejumlah Puskesmas, Kamis (16/7/2026) disidak oleh Tim Satgas MBG Jember bersama BGN, BP POM dan Muspika Bangsalsari.
Dalam sidak tersebut, Tim Satgas MBG Pemkab Jember, mengeluarkan rekomendasi untuk BGN (Badan Gizi Nasional), agar SPPG tersebut ditutup sementara untuk dilakukan penyelidikan penyebab dugaan penerima MBG mengalami diare.
Baca Juga : Matamuda MAN 1 Kota Malang, 415 Siswa Baru Dikenalkan Moderasi Beragama hingga Anti Bullying
"Untuk saat ini, tim dari Dinas Kesehatan masih melakukan uji lab Sampek makanan yang dibagikan pada Selasa lalu, apakah memang benar, penyebab PM (Penerima Manfaat) mengalami diare dari makanan yang disajikan di MBG, sambil menunggu hasil lab dan penyelidikan, sementara waktu, kami merekomendasikan ke BGN dalam hal ini KPPG wilayah timur, untuk menghentikan sementara operasional SPPG di sini (Karangsono)," ujar Helmi Luqman Tim Satgas MBG Kabupaten Jember.
Helmi menjelaskan, dari data yang diterima oleh Satgas, sedikitnya ada sekitar 27 anak-anak yang saat ini menjalani di sejumlah Puskesmas dan klinik.
"Yang menjalani rawat inap, ada 27 anak dan 1 dewasa, tersebar di Puskesmas Sukorejo, Puskesmas Paleran, Rumah Sakit Balung dan beberapa klinik swasta, semuanya adalah siswa TK dan SD," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mendapat laporan ada sekitar 47 warga, yang menerima MBG Posyandu, yang juga mengalami hal yang sama, yakni muntah dan diare.
Namun informasi ini masih akan dilakukan kroscek terlebih dahulu. "Memang ada yang menyampaikan kalau ibu-ibu yang mendapat MBG Posyandu, juga mengalami gejala yang sama, cuma belum kami konfirmasi kebenaran informasi tersebut," jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan siswa di Desa Karangsono Kecamayan Bangsalsari, pada Rabu pagi dan malam, banyak dilarikan ke rumah puskesmas, setelah menyantap menu MBG.
Baca Juga : Data Tambang Bukan Rahasia Negara, Mengapa Masih Sulit Diakses?
Siti Munawarah, salahbsatu pasien yang mengalami diare usai menyantap MBG milik anaknya menyatakan, bahwa pada Selasa 13 Juli 2026, mendapat menu MBG dari dapur SPPG Karangsono 1.
"Saat itu tidakndimakan sama anak saya, tapi dibawa pulang, terus sampai rumah, saya makan, tidak lama setelah itu,nsaya mengalami mulesbdan diare," ujar Siti Munawarah.
Siti Munawarah menyatakan, bahwa saat dirinya memakan menu MBG, terutama saat makan telur puyuh yang disajikan, terasa seperti bau dan tidak enak. "Mungkin dari dari telur puyuh itu penyebabnya," pungkas Siti Munawarah. (*)