free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Agama

Kisah Waraqah bin Naufal, Sepupu Khadijah yang Menanti Kedatangan Nabi Terakhir

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

30 - May - 2026, 10:48

Loading Placeholder
Ilustrasi kisah sepupu Khadijah Waraqah bin Naufal yang mengetahui tanda kenabian sebelum Islam menyebar (ist)

JATIMTIMES - Di antara tokoh yang memiliki peran penting pada masa awal kenabian Muhammad SAW, nama Waraqah bin Naufal menempati posisi yang istimewa. Ia bukan sahabat Nabi dalam pengertian umum karena wafat pada masa-masa awal turunnya wahyu, tetapi kesaksiannya menjadi salah satu penguat yang meneguhkan kebenaran kenabian Muhammad ketika banyak orang belum memahaminya.

Kisah Waraqah bin Naufal banyak terekam dalam literatur sirah Islam klasik, di antaranya Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam yang meriwayatkan karya Ibnu Ishaq, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad karya Moenawar Khalil, serta Tarikh al-Khamis. Riwayat-riwayat tersebut menggambarkan peran Waraqah sebagai ahli kitab yang mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad SAW sejak masa awal turunnya wahyu.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Film Seru Akhir Pekan: Drama Mengharukan hingga Horor Mencekam

Waraqah merupakan sepupu dari Siti Khadijah binti Khuwailid. Ia dikenal sebagai sosok terpelajar yang mendalami kitab-kitab samawi terdahulu, khususnya Taurat dan Injil. Pengetahuannya mengenai nubuat para nabi membuatnya meyakini bahwa akan datang seorang rasul terakhir yang diutus di tengah bangsa Arab.

Keistimewaan Waraqah tidak hanya terletak pada penguasaannya terhadap kitab-kitab agama. Dalam sejumlah riwayat, ia juga dikenal memiliki kemampuan menafsirkan mimpi. Salah satu kisah yang sering disebut berkaitan dengan mimpi yang dialami Khadijah sebelum menikah dengan Muhammad SAW.

Saat itu Khadijah mendatangi sepupunya untuk meminta petunjuk mengenai kegelisahan yang ia rasakan tentang masa depannya. Setelah mendengar penuturannya, Waraqah memintanya memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah. Pada malam berikutnya Khadijah bermimpi melihat seorang pemuda bercahaya menunggang kuda datang dari arah rumah Abu Thalib.

Ketika mimpi tersebut diceritakan kepada Waraqah, ia menafsirkannya sebagai pertanda besar yang akan terjadi. Menurutnya, sosok yang hadir dalam mimpi itu adalah Muhammad bin Abdullah, seorang pemuda yang kelak memiliki kedudukan agung di sisi Allah. Penjelasan tersebut membuat Khadijah semakin tertarik mengenal pribadi Muhammad yang saat itu dikenal luas karena kejujuran dan akhlaknya.

Beberapa waktu kemudian, ketika Muhammad dipercaya membawa barang dagangan Khadijah ke Syam, sejumlah peristiwa kembali menguatkan keyakinan Waraqah. Dalam perjalanan itu, seorang rahib dikisahkan menyebut bahwa tidak sembarang orang dapat berteduh di bawah pohon tertentu yang dinaungi Muhammad. Rahib tersebut bahkan memberi isyarat bahwa pemuda Quraisy itu memiliki tanda-tanda kenabian.

Maisarah, pendamping perjalanan Muhammad, juga menyampaikan kepada Khadijah berbagai kejadian yang menurutnya luar biasa selama perjalanan dagang tersebut. Setelah mendengar seluruh cerita itu, Khadijah kembali menemui Waraqah untuk meminta pendapatnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Waraqah tidak menunjukkan keraguan. Ia justru mengaitkan berbagai tanda yang muncul dengan kabar tentang nabi terakhir yang telah lama disebut dalam kitab-kitab terdahulu.

Ia berkata, "Jika ini benar, Khadijah, maka Muhammad adalah nabi umat ini. Aku sudah tahu bahwa di umat ini akan datang seorang nabi yang ditunggu-tunggu. Inilah waktunya."

Keyakinan Waraqah mencapai puncaknya ketika Muhammad SAW menerima wahyu pertama di Gua Hira. Seusai peristiwa yang mengguncang batin Rasulullah itu, Khadijah mendatangi sepupunya dan menceritakan apa yang dialami sang suami. Saat mendengar kisah turunnya wahyu, Waraqah segera memahami bahwa peristiwa tersebut bukan kejadian biasa.

Baca Juga : Kapan Boleh Puasa Lagi Setelah Iduladha 2026? Ini Jadwal dan Penjelasan Hari Tasyrik

Dengan penuh keyakinan ia mengatakan, "Sesungguhnya telah datang kepadanya Namus Akbar yang pernah datang kepada Musa dahulu, dan sesungguhnya dia adalah seorang nabi bagi umat ini."

Keterangan tersebut menjadi salah satu peneguhan penting bagi Khadijah dan Rasulullah pada masa-masa awal kenabian. Waraqah melihat adanya kesamaan antara pengalaman Muhammad dengan para nabi terdahulu yang disebut dalam kitab-kitab yang dipelajarinya selama bertahun-tahun.

Tidak lama setelah itu, Rasulullah dan Khadijah mendatangi langsung kediaman Waraqah. Di hadapan mereka, lelaki tua itu kembali menegaskan keyakinannya. Bahkan ia mengingatkan bahwa tugas kenabian tidak akan mudah karena hampir semua nabi menghadapi penolakan dari kaumnya sendiri.

"Sama sekali tidak ada seorang yang datang dengan membawa seperti apa yang engkau bawa itu melainkan ia pasti dimusuhi. Dan jika aku masih hidup ketika itu, aku akan menolongmu dengan sekuat-kuatnya," ujar Waraqah kepada Nabi Muhammad SAW.

Perkataan tersebut kemudian terbukti. Dakwah Islam menghadapi penentangan keras dari kaum Quraisy, sebagaimana telah diperkirakan oleh Waraqah. Namun ia sendiri tidak sempat menyaksikan perkembangan dakwah tersebut karena wafat pada tahun-tahun awal kenabian.

Meski hidupnya berakhir sebelum Islam berkembang luas, nama Waraqah bin Naufal tetap dikenang dalam sejarah Islam sebagai sosok yang pertama kali membenarkan tanda-tanda kenabian Muhammad SAW berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Kesaksiannya menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa yang mengiringi lahirnya risalah Islam, sekaligus menunjukkan bagaimana pengetahuan yang mendalam dapat mengantarkan seseorang mengenali kebenaran ketika ia hadir di hadapannya.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 157, "Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi, yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka." Ayat ini sering dikaitkan dengan keberadaan orang-orang berilmu dari kalangan ahli kitab yang mengenali tanda-tanda kenabian Muhammad SAW sebelum banyak orang lain mempercayainya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Agama

Artikel terkait di Agama

--- Iklan Sponsor ---