JATIMTIMES - Poster ajakan nonton bareng atau nobar film dokumenter Pesta Babi ramai dilabeli hoaks di media sosial. Sejumlah akun di platform X dan Instagram serempak menyebut agenda pemutaran film tersebut sebagai provokasi.
Salah satu unggahan datang dari akun X @/alvaro_kean0 yang membagikan poster hoaks pada dokumenter Pesta Babi. Akun itu diketahui baru dibuat pada April 2026 dan hanya memiliki 1 pengikut.
Baca Juga : IDAI Tegur BGN soal Susu Formula di MBG, Sebut ASI Tak Bisa Digantikan
"Nobar film pesta babi nggak pernah ada, itu cuma hoax dengan film penuh asumsi provokatif, yuk bekalin diri sama kebiasaan cek fakta #WaspadaHoax," tulis akun X @/alvaro_kean0.
Padahal, berdasarkan hasil penelusuran dan verifikasi, klaim tersebut tidak benar. Poster nobar film Pesta Babi dipastikan asli dan agenda pemutarannya memang masih berlangsung di berbagai daerah.
Untuk diketahui, dokumenter berdurasi 95 menit karya Dandhy Laksono itu mengangkat isu konflik lahan dan dugaan keterlibatan aparat dalam proyek strategis nasional di Papua Selatan.
Agenda nobar film tersebut diketahui sudah berjalan sejak 12 April 2026. Dalam unggahan terbarunya pada 7 Mei 2026, Dandhy Laksono juga masih membagikan informasi pemutaran film di sejumlah kota.
Bahkan, hingga saat ini pemutaran Pesta Babi disebut sudah berlangsung di sekitar 800 lokasi.
Ramainya pelabelan hoaks terhadap poster nobar film itu muncul bersamaan dengan gelombang pembubaran acara pemutaran di sejumlah daerah.
Baca Juga : Apa Itu Lipstick Effect? Fenomena Mal dan Kafe Tetap Ramai Meski Rupiah Melemah
Beberapa pembubaran disebut terjadi di Universitas Mataram, Ternate Tengah di Maluku Utara, hingga Seminyak, Bali. Dalam sejumlah laporan, pembubaran itu disebut melibatkan personel TNI.
Selain itu, ada belasan akun media sosial yang aktif menyebarkan narasi bahwa Pesta Babi adalah hoaks juga ikut menjadi sorotan.
Akun-akun tersebut diketahui rata-rata baru dibuat pada April 2026 dengan jumlah pengikut yang minim. Isi unggahannya pun hampir seragam, mulai dari menyebut film tersebut sebagai provokasi hingga mengajak publik untuk tidak menghadiri acara nobar.
Karena itu, klaim yang menyebut poster pemutaran film dokumenter Pesta Babi sebagai hoaks dipastikan keliru. Film tersebut hingga kini masih ditayangkan di berbagai daerah.