JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengungkapkan bahwa dirinya telah memanfaatkan layanan Grand Paviliun di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Saiful Anwar (RSSA) saat menghadiri peresmian fasilitas tersebut pada Rabu (22/4/2026). Ia menyebut, fasilitas kesehatan yang berlokasi di Kota Malang ini memiliki layanan setara standar internasional.
Ia mengaku sudah merasakan langsung pelayanan di gedung tersebut beberapa saat lalu. Bahkan Wahyu sempat menjalani rawat inap di fasilitas tersebut.
Baca Juga : Balai Besar Pemdes Berbenah, Tekankan SDM Unggul dan Layanan Transparan untuk Desa
“Saya sudah dua kali merasakan manfaat Grand Paviliun ini. Pertama untuk kontrol dan pemeriksaan, dan yang kedua saya juga pernah opname meski hanya sehari. Pelayanannya sangat baik,” kata Wahyu.
Menurutnya, Grand Paviliun bukan sekadar bangunan dengan fasilitas mewah, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyarakat. Ia berharap kehadiran fasilitas ini mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berobat di dalam negeri.
“Dengan standar yang sudah mendekati internasional, kami ingin masyarakat Malang Raya dan Jawa Timur tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Semua sudah tersedia di sini,” tambahnya.
Sedang, Direktur RSSA, dr. Mochamad Bachtiar Budianto, menjelaskan bahwa pembangunan Grand Paviliun berawal meski baru diresmikan, sudah beroperasi hampir satu tahun terakhir. Fasilitas ini hadir untuk menggantikan gedung VIP lama yang sebelumnya difungsikan sebagai pusat layanan infeksi saat pandemi Covid-19.
“Setelah pandemi, kami kehilangan fasilitas VIP. Dari situ muncul gagasan untuk menghadirkan layanan terpadu yang tidak hanya unggul secara medis, tetapi juga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien,” jelas Bachtiar.
Ia menyebutkan, gedung yang dibangun di atas lahan seluas 3.000 meter persegi ini memiliki kapasitas total sekitar 120 tempat tidur, dengan sebagian besar sudah mulai difungsikan. Layanan yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari rawat jalan, rawat inap, ICU, hingga ruang operasi.
Bachtiar menegaskan bahwa keberadaan layanan eksekutif ini juga memiliki fungsi sosial melalui mekanisme subsidi silang.
Baca Juga : Pasca Penantian Panjang SK TORA, Warga Tlekung Kini Sulap Lahan Hutan Jadi Wisata Edukasi Giri Murti
“Pendapatan dari layanan ini nantinya akan kami gunakan untuk membantu pasien yang kurang mampu. Jadi tetap ada aspek pemerataan layanan,” tegasnya.
Ke depan, RSSA juga berencana mengembangkan berbagai layanan unggulan lain seperti estetika medis, layanan infertilitas, terapi stem cell, hingga medical check-up premium.
“Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan karena ruangnya memadai. Kami optimistis layanan akan terus bertambah seiring peningkatan SDM dan fasilitas,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Grand Paviliun menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan layanan kesehatan berkualitas tinggi tanpa harus ke luar negeri.
“Ini menjawab kebutuhan segmen masyarakat tertentu yang menginginkan kenyamanan dan kualitas layanan. Tidak perlu lagi ke Singapura atau Malaysia, cukup di RSSA Malang,” tegas Khofifah.