JATIMTIMES - Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak mendorong penggunaan teknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan pada lembaga pemerintahan. Penerapan tersebut khususnya akan dimanfaatkan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
Ia berharap agar perkembangan AI nantinya digunakan oleh pemerintah dalam hal efisiensi dan peningkatan kualitas pelayanan. Hal ini disampaikan di sela-sela kegiatan Generative AI In Action Roadshow Surabaya 2025 yang digelar di Whiz Luxe Hotel Spazio Surabaya.
Baca Juga : Terdampak Pemangkasan DAU, Realisasi Proyek Strategis Daerah Bakal Digeser ke APBD
Bahkan, secara khusus, Wagub Emil meminta jajarannya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jatim untuk hadir guna mengembangkan mindset dari Pemprov Jatim. "Kita juga ingin melihat bagaimana AI bisa menjadi bagian dalam bisnis proses kita untuk kita integrasikan," kata Emil.
"Sebagai contoh, jika sebelumnya kita memerlukan waktu yang lebih lama, orang dan biaya yang lebih banyak, maka bisa kita turunkan dengan tools AI," sambung orang nomor dua di Jatim itu.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin, jajaran Rektor dan Civitas Institut STTS, serta berbagai pemateri yang berasal dari Google Cloud. Pada kesempatan ini, Emil menyatakan dukungan penuh atas terselenggaranya Generative AI In Action Roadshow Surabaya 2025.
Menurutnya, keberadaan komunitas pegiat AI semacam ini merupakan wadah saling bertukar pikiran. Tentunya diharapkan akan menjadi katalis untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem AI di Jatim.
"Keberadaan even ini sangat bagus sekali untuk juga saling bertukar tips dan trik, dimana google juga bisa belajar dari customer . Jadi proses ini sangat dua arah yang artinya kampus bisa jadi katalis ekosistem," ucap Emil Dardak.
Ia mengatakan, keberadaan komunitas Pegiat bidang Teknologi Informasi (TI), utamanya AI sangat dibutuhkan untuk mengimbangi kecepatan perubahan atau Speed of Change dari TI. Tidak bisa hanya mengandalkan atau hanya mengirimkan pembelajaran ke kampus, tetapi kampus, disebutnya harus mendekat ke komunitas untuk belajar lebih banyak.
Baca Juga : Penyebab Naiknya Kasus ODGJ di Ponorogo: Tekanan Keluarga, Pekerjaan hingga Pola Asuh
Selain itu, dengan adanya Google Cloud atau Komputasi Awan, diharapkan juga akan banyak tools yang bisa dimanfaatkan oleh pegiat AI dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Disini Google memberikan wadah. Mereka bisa mengembangkan program atau aplikasi tanpa harus mempunyai software atau hardware yang harganya mahal karena menggunakan jasa cloud tadi," tutur Wagub Jatim.
Oleh sebab itu, Emil mengajak seluruh pegiat AI di Jatim untuk terus berkembang membangun ekosistem AI yang mumpuni. Ia menekankan bahwa kesempatan AI untuk berkembang di Jawa Timur sangat luas.
Bukan tanpa alasan, sebagi provinsi dengan perekonomian kedua terbesar di Indonesia, Jawa Timur menyumbang 1/6 dari total perekonomian nasional.
"Indonesia adalah negara dengan GDP terbesar ke delapan di dunia. Jadi jangan sampai kita (Jatim) tidak menjadi leader di bidang IT," tegasnya.