JATIMTIMES - Efisiensi anggaran yang merupakan instruksi presiden RI disebut berdampak ke banyak sektor. Mulai bidang usaha barang dan jasa hingga operasional pemerintah daerah. Hal ini berupaya disiasati agar tak berimbas banyak pada kepentingan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menghadapi kebijakan pemangkasan anggaran tahun 2025 yang signifikan. Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa ada efisiensi sebesar 38,8 persen dari pagu awal, yang semula bernilai Rp1,85 triliun.
Baca Juga : 'Indonesia Gelap' Trending, Mahasiswa Se-Indonesia Turun ke Jalan!
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dan Pelaksanaan APBN dan APBD. Pemangkasan ini disebut berdampak pada berbagai pos belanja, seperti Pengurangan Belanja ATK dan Seminar dan Alokasi Anggaran Efektif.
Meskipun mengalami pemotongan, Kemendag memastikan bahwa sisa anggaran akan dialokasikan secara strategis untuk mendukung prioritas program kerja.
Di Kota Batu, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) juga menyampaikan pemangkasan anggaran tak berdampak pada fokus utama UMKM dan ekspor. Efisiensi dilakukan pada beberapa unsur yang cenderung dinilai tidak pokok.
"Pada intinya dipakai untuk memaksimalkan APBD. Saya kira ini tinggal Dinas Bisa Cermat mengantisipasi dan mensiasati anggaran lebih baik lagi," kata Kepala Diskumperindag Kota Batu Aries Setiawan saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Aries berujar jika pihaknya menyambut positif efisiensi. Di mana nantinya bertujuan untuk kembali ke beberapa program pelayanan. Sedangkan aktivitas program Diskumperindag untuk bidang UMKM dan ekspor disebut tak terpengaruh.
"Kita support dan kami sepakat ada efisiensi," tambahnya.
Ditanya mengenai hambatan, ia menyebut sejauh ini tidak ada kendala. Bahwa beberapa pendampingan yang dilakukan tetap berjalan. Termasuk mendorong aktivitas ekspor UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.
"Kami rasa tidak ada hambatan. Tetap kita dorong untuk ekspor seperti tahun lalu. Beberapa catatan saja untuk bisa lebih efektif dalam penggunaan anggaran," ringkasnya.
Baca Juga : Polres Batu Selidiki Dugaan Pemerasan Melibatkan Oknum LSM dan Wartawan
Untuk diketahui, Data Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu menunjukkan perkembangan ekspor yang cukup baik sepanjang tahun 2024. Meski hanya sekitar empat usaha yang berhasil melakukan ekspor, namun nilainya cukup besar.
Pada Triwulan 1 nilai ekspor Kota Batu mencapai Rp 942 juta, lalu pada Triwulan 2 sekitar Rp 1,246 miliar. Sedangkan Triwulan 3 sebesar Rp 1,72 miliar, dan pada Triwulan 4 mencapai Rp 2,3 miliar.
Ekspor di tahun 2024 itu dilakukan beberapa pelaku usaha yang bekerja sama dengan Diskumperindag dan Bea Cukai Malang. Dengan dukungan pendampingan, sekitar empat pengusaha mampu melakukan ekspor pertama atau sudah ke sekian kalinya.
Empat usaha itu adalah Momchips milik PT Arjuna Citra Indonesia ke Malaysia yang melepas ekspor sebanyak satu kontainer keripik, lalu Produk Kokedama atau media tanam bunga yang menggunakan bahan baku sabut kelapa. Kemudian PT Delta Raya Junrejo dengan produsen kemasan ikan dari kayu dan plastik, serta ekspor bunga hias Song Of India oleh CV. Kusuma Wijaya plant asal Sidomuyo.