JATIMTIMES - Layanan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG) yang diberikan Pemkot Batu untuk warga yang berulang tahun mulai dimanfaatkan masyarakat. Namun, layanan yang dibuka di setiap puskesmas itu masih belum banyak diminati sejak dibuka pada Senin (3/2/2025) lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Promosi Sumber Daya Kesehatan (P2SDK) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Icang Sarrazin membenarkan. Ia menyebut, peminat PKG disesuaikan dengan kelompok umur dengan masing-masing skrining penyakit yang disesuaikan.
Baca Juga : Euforia NCTzen Jelang Konser Hari Pertama NCT 127 di GBK
"Memang minatnya masih sedikit, karena tidak semua berminat," jelasnya saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Diterangkan Icang, jenis penyakit yang dilakukan skrining pada program PKG terbagi dari kelompok balita sebanyak 10 jenis skrining, hingga kelompok lansia mencapai 20 jenis skrining penyakit.
Terakumulasi dari data Dinas Kesehatan, sekitar sepekan lebih pasca dibuka, ada sekitar 26 orang yang memanfaatkan layanan gratis tersebut. Meski belum banyak, peningkatan antusiasme masyarakat untuk memeriksakan diri melalui program tersebut dinilai cukup baik.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu Aditya Prasaja mengungkapkan, banyak dari mereka yang sudah memiliki kesadaran untuk mengecek kondisi tubuh. "Apalagi waktunya juga terbatas, saya kira capaiannya juga cukup positif," kata Aditya.
Pria yang disapa Adit itu mengatakan, tidak ada kuota khusus per harinya bagi warga Kota Batu yang ingin memeriksakan diri. Setiap puskesmas dibebaskan untuk melayani masyarakat yang ingin mengakses program PKG. Terlebih, layanan tersebut terbatas untuk warga yang berulang tahun saja.
Baca Juga : Mengapa Orang Sering Mengalami Serangan Jantung di Usia Muda? Ini Tips Memeliharanya Agar Tetap Sehat
Salah satunya dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat secara masif. Termasuk berbagai prasyarat wajib pengakses layanan tersebut cukup dengan menunjukkan KTP.
Setelah itu, masyarakat diminta untuk melengkapi data diri melalui aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM). Dalam aplikasi tersebut, mereka diminta untuk mengisi kuesioner terkait keluhan kesehatan dan memilih tanggal pemeriksaan.
"Kami terus mendorong agar masyarakat memanfaatkan momen ini sebaik mungkin," tuturnya.