ATIMTIMES - Penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia, lebih tinggi dibandingkan stroke dan kanker. Angka kematian akibat penyakit jantung di Indonesia juga menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan data Kemenkes RI pada 2023, di Indonesia angka kematian akibat penyakit jantung (kardiovaskular) masih sangat tinggi, mencapai sekitar 650 ribu penduduk per tahun.
Baca Juga : Mitos atau Fakta Durian Bisa Menurunkan Kolesterol Tinggi? Cek di Sini Kebenarannya
Penyakit jantung memiliki julukan “silent killer” alias pembunuh senyap. Banyak orang baru tahu bahwa dia memiliki masalah jantung setelah mengalami serangan. Orang itu tidak sadar bahwa ada faktor risiko yang menggelayutinya. Faktor tersebut antara lain:
• Obesitas atau kelebihan berat badan
• Diabetes tipe 2
• Tekanan darah tinggi
• Kadar kolesterol tinggi
• Merokok
• Stres
• Pola makan yang buruk
• Kurang beraktivitas fisik
• Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
• Pertambahan usia
Seseorang mungkin sudah rajin berolahraga setiap hari, tapi ternyata juga rajin merokok. Manfaat olahraga buat kesehatan jantung bisa jadi sirna akibat efek rokok. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui kondisi jantung secara lebih spesifik.
Selain pemeriksaan secara berkala, penting juga tahu dan paham mengenai cara menjaga kesehatan jantung agar seterusnya tetap sehat.
Tips Menjaga Kesehatan Jantung dari Dokter
Menjaga kesehatan jantung penting dilakukan oleh semua orang tanpa melihat usia. Terdapat sejumlah cara tertentu yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan jantung berdasarkan usia. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Remaja hingga Usia 20-an Tahun
Dokter kedaruratan dan asisten profesor Universitas George Washington Dr Leana Wen mengatakan jika menjaga kesehatan jantung harus dilakukan sedini mungkin. Menurutnya, hal yang harus menjadi perhatian anak muda adalah aktivitas fisik, nutrisi, dan menghindari obat terlarang.
Menurut dr. Wen, hal ini bisa meningkatkan kesehatan jantung dalam masa panjang. "Setiap orang harus melakukan olahraga intensitas sedang hingga tinggi setidaknya 150 menit seminggu," ucap Wen dikutip dari CNN, Sabtu (15/2/2025).
dr. Wen menjelaskan, aktivitas fisik harus menjadi rutinitas bukan hanya sekedar tugas. Apalagi saat usia masih muda, dimana kondisi tubuh masih sangat baik untuk melakukan olahraga.
Lebih lanjut, dr. Wen menyarankan agar bisa membangkitkan motivasi berolahraga, harus ada berbagai jenis akitivitas fisik yang dilakukan. "Ini juga merupakan usia untuk mulai membangun kebiasaan makan yang sehat. Itu termasuk merencanakan makanan bergizi dan bertujuan untuk mengonsumsi lebih banyak makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, susu, ikan, dan daging," katanya.
Baca Juga : Hamas Akan Bebaskan 3 Sandera Israel, Ditukar dengan 369 Tahanan Palestina
dr. Wen juga menyarankan agar anak muda menghindari makanan siap saji dan tidak makan tepat di jam tidur. Hal ini menurutnya bisa mencegah terjadinya kerusakan sel pada tubuh dimasa depan.
Tak hanya itu saja, dr. Wen juga mengungkapkan kebiasaan sehat yang dilakukan sejak muda akan lebih mudah dilakukan saat sudah tua nanti.
"Kaum muda juga harus ingat bahwa kerusakan pada tubuh mereka akibat pilihan yang tidak sehat dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang. Itulah alasan lain mengapa sebaiknya memulai sejak dini dengan menerapkan praktik yang menyehatkan jantung," katanya.
2. Usia 30-an hingga 40-an Tahun
Sementara saat seseorang sudah menginjak usai 30-40, dr. Wen mengimbau agar mereka sudah mulai mewaspadai risiko terkait rokok dan minuman keras.
dr. Wen juga menambahkan ada dua faktor yang juga harus menjadi perhatian kelompok usia ini, yakni stres dan tidur. Ada banyak sekali keterkaitan antara darah tinggi dan stres, dimana keduanya jika disatukan bisa memicu terjadinya stroke dan serangan jantung.
"Faktanya beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur sama pentingnya dengan pola makan dan aktivitas fisik. Misalnya, orang yang tidur kurang dari tujuh jam setiap malam memiliki prevalensi obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi yang lebih tinggi yang semuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung," ujar Wen.
Oleh karena itu penting di usia saat ini untuk menjaga kualitas tidur dan mengelola stres dengan baik. Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga bisa mulai diterapkan.
3. Usia 50-an hingga 60-an Tahun
Lalu pada usia 50-60, dr. Wen mengatakan banyak orang di kelompok usia ini yang didiagnosis penyakit kardiovaskular atau penyakit faktor risiko utamanya seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas.
"Pengendalian yang baik terhadap kondisi tersebut akan mengurangi kejadian stroke dan serangan jantung. Orang harus minum obat sesuai resep. Lanjutkan pemeriksaan rutin dan pastikan kondisi kronis ditangani secara optimal," ujar Wen.
Meski sudah masuk dalam kategori lansia, dr. Wen menuturkan ini bukan waktu yang terlambat untuk mulai berolahraga. Aktivitas fisik ringan sangat dianjurkan agar tubuh tetap bergerak dan sehat.
Selain itu, Wen juga mengingatkan untuk mengatasi kebiasaan merokok hingga konsumsi alkohol.
4. Usia 70-an Tahun dan Lebih
Berbagai langkah yang ada di kelompok usia sebelumnya dapat diterapkan juga dalam kelompok usia ini dengan beberapa modifikasi. Salah satunya mungkin berkaitan dengan keterbatasan fisik ketika berolahraga sehingga perlu penyesuaian agar tetap nyaman.
"Beberapa orang mungkin perlu mengunjungi dokter lebih sering, tergantung pada kondisi medis yang mereka alami. Dan setiap orang harus mewaspadai tanda-tanda keadaan darurat seperti serangan jantung dan stroke, dan tidak ragu untuk mencari pertolongan medis," tandasnya.
Demikian informasi mengenai tips menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari serangan jantung yang mematikan. Semoga bermanfaat!