JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi sebanyak 712 gempa bumi di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya pada periode Januari 2025. Di mana, beberapa kejadian gempa bumi di antaranya turut dirasakan manusia.
"Pada Januari 2025 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 712 kejadian gempa bumi. Pada bulan ini terdapat tiga kejadian gempa bumi dirasakan," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri kepada JatimTIMES, Sabtu (1/2/2025).
Baca Juga : Apa yang Terjadi jika Benar Dolar Anjlok Hingga Rp 8 Ribu Rupiah?
Disampaikan Mamuri, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 12 Januari 2025. Yakni dengan jumlah 53 kejadian gempa bumi.
"Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 5 Januari 2025 dengan jumlah 11 kejadian," imbuhnya.
Mamuri menyebut, kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal.
"Selama periode Januari, terdapat 604 kejadian gempa bumi dangkal, 108 kejadian gempa bumi menengah dan tidak ada kejadian gempa bumi dalam," ujarnya.
Gempa bumi dangkal ialah kedalaman gempa pada rentang 0-60 kilometer dari permukaan laut. Kemudian, gempa bumi menengah ialah kedalaman 60-300 kilometer.
Baca Juga : Terlibat Aksi Balap Liar, Empat Pelajar di Tulungagung Dapat Pembinaan dari Polisi
Sedangkan gempa bumi dalam adalah yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Dari beberapa spesifikasi tersebut, dapat diartikan bahwa tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan oleh manusia.
"Magnitudo gempa bumi terbesar pada periode ini (Januari 2025) adalah M 4.9 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.0," pungkas Mamuri.