JATIMTIMES - Para pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakil kepala daerah kontestan Pilkada 2024 se-Malang Raya, hadir dalam satu frame di Universitas Brawijaya (UB), Jumat, (1/11/2024). Para Paslon ini hadir dalam Mimbar Akademik Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Malang Raya dengan tema Sinergi Pembangunan Malang Raya.
Hadir dalam kegiatan ini, dua paslon dari Kabupaten Malang, Paslon nomor urut 1, H Sanusi tanpa Lathifah Shohib, Paslon nomor urut 2, M Umar Usman tanpa Gunawan HS. Hadir pula dua dari tiga paslon dari Kota Batu, yakni Paslon nomor urut 1, Nurochman-Heli Suyanto dan Paslon nomor urut 3, Krisdayanti-Kresna Dewanata Phrosakh.
Baca Juga : WALI: Sinergitas 3 Daerah Harus Sesuai RPJMD untuk Urai Banjir dan Macet
Kemudian tiga Paslon dari Kota Malang, yakni Palson nomor urut 1, Wahyu Hidayat - Ali Muthohirin, Paslon nomor urut 2, Heri Cahyono - Ganis Rumpoko, Palson nomor urut 3, Abah Anton - Dimyati Ayatulloh.
Rektor UB, Prof Widodo mengatakan, bahwa hal ini menjadi momen yang bersejarah karena para paslon dari Malang Raya berkumpul. Sehingga, hal ini menjadi sangat strategis dengan harapan para paslon yang nantinya terpilih mampu bersinergi dalam membangun Malang Raya.
"Tiga pemimpin di Malang Raya diharapkan bisa memiliki kesamaan visi. Era sekarang kolaborasi, tentu masing-masing pimpinan ingin membawa daerahnya, tapi perlu juga bersinergi dengan mitra sekitar dalam pengembangan yang berkelanjutan," katanya.
Sinergi tiga kepala daerah di Malang Raya ini, menurut Prof Widodo akan mampu mengangkat berbagai potensi dari daerah masing-masing. Baik itu, potensi kunjungan wisatawan hingga geliat ekonomi.
"Apalagi UMKM di Malang Raya ini lebih dari 200 ribu. Ini potensi yang besar, bagaimana peningkatan UMKM yang jadi daya dukung ekonomi. Tidak hanya lokak tapi nasional. Kalau bisa bersinergi maka pertembuhan akan semakin cepat," tuturnya.
Baca Juga : Calon Bupati Malang Sanusi Ingin Dekatkan Pendidikan Tinggi untuk Anak Muda
Lebih dari itu, Malang Raya juga terkenal sebagai destinasi wisata produksi holtikultura dan juga Kota Pendidikan. Tentu, dalam pengembangan ini sinergi berbagai pihak kembali diperlukan. Sehingga, dalam prosesnya tak bisa hanya dibebankan pada satu pihak, seperti halnya perguruan tinggi.
"Kalau dibebankan hanya dibebankan pada perguruan tinggi, kita kesulitan. Ini ekosistem yang tumbuh di Malang Raya, bagaimana menumbuhkan ekosistem ini, maka kita sampaikan ini pada calon pemimpin bahwa butuh sinergitas," pungkasnya.