free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Politik

Pilkada Kota Blitar 2024

Adu Konsep Dongkrak PAD, Pengamat Nilai Mas Ibin-Mbak Elim Lebih Unggul

Penulis : Aunur Rofiq - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Oct - 2024, 10:18

Loading Placeholder
Mas Ibin dan Mbak Elim: Membangun Kota Blitar yang Lebih Sejahtera dengan Aspirasi dan Inovasi.

JATIMTIMES- Pada debat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar pertama yang digelar Selasa (15/10/2024), kedua pasangan calon (paslon) nomor urut 01 dan 02 memaparkan gagasan mereka untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Blitar. 

Debat ini menjadi momen penting bagi warga untuk melihat strategi ekonomi yang ditawarkan masing-masing calon guna memajukan Kota Blitar, terutama dalam hal meningkatkan PAD tanpa membebani masyarakat kelas bawah dengan pajak tambahan.

Baca Juga : Apakah Menggoreng dengan Air Fryer Lebih Sehat? Ini Penjelasan Dokter

Paslon nomor urut 01, Bambang Rianto dan Bayu Setyo Kuncoro, yang diusung oleh PDIP, Golkar, dan PPP, menawarkan pendekatan evaluasi pajak dan pengoptimalan sektor pariwisata serta pasar modern sebagai sumber peningkatan PAD. 

Sementara itu, paslon nomor urut 02, Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) dan Elim Tyu Samba (Mbak Elim), yang diusung oleh koalisi PKB, Demokrat, PAN, Nasdem, PSI, dan PKS, menekankan pada pentingnya penciptaan pusat-pusat ekonomi baru dan revitalisasi pasar tanpa menambah beban pajak bagi masyarakat.

Paparan Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro: Fokus Evaluasi Pajak

Menanggapi pertanyaan moderator terkait strategi untuk meningkatkan PAD, Bayu Setyo Kuncoro menyebut bahwa salah satu cara untuk mencapai peningkatan tersebut adalah dengan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem pajak yang ada. Menurutnya, ada potensi dari sektor pariwisata dan pasar modern yang belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh pemerintah saat ini. 

"Perlu adanya evaluasi ulang terkait pajak. Pariwisata dan pasar modern memiliki peluang yang bisa digarap untuk mendongkrak PAD tanpa harus membebani masyarakat,” ungkap Bayu.

Di sisi lain, Bambang Rianto menekankan pentingnya penertiban pajak dari sektor rumah makan dan parkir. Menurutnya, jika retribusi dari kedua sektor tersebut ditingkatkan, maka hal itu akan berkontribusi signifikan pada peningkatan PAD. "Parkir dan pajak rumah makan adalah sektor besar yang harus kita tertibkan agar pendapatan dari sektor ini bisa optimal,” ujarnya.

Meski memiliki rencana untuk meningkatkan PAD, konsep yang ditawarkan pasangan nomor 01 dinilai kurang inovatif oleh beberapa pihak, terutama jika dibandingkan dengan pasangan Mas Ibin dan Mbak Elim.

Konsep Mas Ibin-Mbak Elim: Revitalisasi Pasar dan Pusat Ekonomi Baru

Sebagai lawan tanding dalam debat tersebut, pasangan nomor urut 02, Mas Ibin dan Mbak Elim, memiliki pandangan berbeda terkait pajak di Kota Blitar. Menurut Elim Tyu Samba, pajak di Kota Blitar sudah terlalu tinggi sehingga menambah beban pajak hanya akan menyulitkan masyarakat. 

"Pajak di Kota Blitar sudah tinggi, jangan lagi ditambah. Sebaiknya kita fokus pada revitalisasi pasar sebagai cara untuk meningkatkan PAD,” tutur Elim dalam debat.

Mas Ibin, di sisi lain, menekankan pentingnya penciptaan pusat-pusat ekonomi baru sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan PAD. Menurutnya, Kota Blitar yang minim sumber daya alam harus berinovasi dengan menciptakan fasilitas-fasilitas baru, termasuk pengembangan sektor industri dan wisata. "Kota Blitar ini tidak punya sumber daya alam, sehingga pusat-pusat ekonomi baru harus segera dibangun untuk menambah PAD tanpa membebani masyarakat,” jelas Mas Ibin.

Konsep yang ditawarkan Mas Ibin dan Mbak Elim ini mendapat sorotan positif dari berbagai pihak, termasuk pengamat politik dan dosen FISIP Universitas Islam Blitar (Unisba), Anwar Hakim Darajad.

Pengamat: Konsep Mas Ibin-Mbak Elim Lebih Inovatif

Baca Juga : Didukung Pondok Mantenan, Pengamat Prediksi Suara Mak Rini-Mas Ghoni di Atas Angin

Dalam analisisnya, Anwar Hakim Darajad menyatakan bahwa konsep yang diusung oleh pasangan Mas Ibin-Mbak Elim lebih inovatif dibandingkan dengan pasangan Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro. Menurutnya, upaya penciptaan pusat ekonomi baru dan revitalisasi pasar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan PAD tanpa harus mengandalkan kenaikan pajak, yang sudah cukup tinggi di Kota Blitar.

"Konsep yang ditawarkan oleh Mas Ibin dan Mbak Elim lebih inovatif. Mereka tidak hanya fokus pada optimalisasi pajak, tapi juga berencana menciptakan sumber-sumber PAD baru melalui pembangunan pusat ekonomi baru dan revitalisasi pasar. Ini merupakan langkah yang lebih visioner untuk mengatasi keterbatasan sumber daya alam di Kota Blitar,” ujar Anwar Hakim Darajad.

Selain itu, Anwar juga menilai pendekatan ini lebih adil bagi masyarakat kelas bawah karena tidak menambah beban pajak yang sudah mereka tanggung. Menurutnya, menciptakan peluang ekonomi baru merupakan langkah yang realistis dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

"Konsep yang ditawarkan oleh Mas Ibin dan Mbak Elim memiliki potensi besar untuk membuka lapangan kerja. Fokus mereka pada pengembangan pusat-pusat ekonomi baru dan revitalisasi pasar tidak hanya akan meningkatkan PAD, tetapi juga berkontribusi langsung pada pengurangan angka pengangguran di Kota Blitar. Ini adalah pendekatan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat," tutup Anwar. 

Pilihan di Tangan Rakyat Kota Blitar

Debat pertama antara kedua paslon ini menyoroti perbedaan signifikan dalam pendekatan mereka terhadap peningkatan PAD. Sementara pasangan Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro berfokus pada evaluasi ulang dan penertiban sektor pajak, pasangan Mas Ibin-Mbak Elim lebih menekankan pada inovasi dan pembangunan pusat-pusat ekonomi baru.

Bagi masyarakat Kota Blitar, pilihan kini ada di tangan mereka, apakah akan memilih konsep peningkatan PAD yang lebih konvensional atau langkah inovatif yang ditawarkan Mas Ibin dan Mbak Elim.

 


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Aunur Rofiq

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Politik

Artikel terkait di Politik

--- Iklan Sponsor ---