free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Serba Serbi

Sejarah Serta Pencetus No Bra Day yang Diperingati Setiap 13 Oktober

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

12 - Oct - 2024, 19:19

Loading Placeholder
Ilustrasi No Bra Day. (Foto dari Tribun)

JATIMTIMES - No Bra Day atau Hari Tanpa Bra diperingati setiap tanggal 13 Oktober. Pada tahun 2024 ini, No Bra Day jatuh pada hari Minggu, tepatnya besok. 

Bagi sebagian kalangan, Hari Tanpa Bra atau No Bra Day ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran betapa pentingnya deteksi dini mengenai kanker payudara.

Baca Juga : Mengapa Sepeda Listrik Belum Bisa Ditilang? Ini Alasannya!

Selain itu, peringatan No Bra Day juga sebagai bentuk dukungan bagi para pengidap kanker payudara.

Dalam perjalanannya, peringatan ini juga berkaitan tentang kampanye body positivity, gerakan yang mendorong penerimaan terhadap tubuh apa adanya, terlepas dari ukuran, warna kulit, bentuk, atau kondisi fisiknya.

Lantas seperti apa sejarah No Bra Day terjadi? Dan siapa pencetusnya? Serta mengapa banyak dikaitkan dengan kanker payudara, padahal Oktober juga diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara? Berikut penjelasannya. 

Pencetus No Bra Day

Hari Tanpa Bra atau No Bra Day diinisiasi oleh Dr Mitchell Brown, seorang ahli bedah plastik dari Kanada, yang memperkenalkan acara "BRA Day" (Breast Reconstruction Awareness Day) pada tahun 2011. Dikutip dari The Sun, peringatan ini awalnya dilakukan setiap 9 Juli, tetapi kemudian dipindahkan ke 13 Oktober untuk bertepatan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara.

BRA Day pertama kali dilaksanakan di Women's College Hospital dan Toronto General Hospital dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pilihan rekonstruksi payudara bagi penyintas kanker. Pada tahun 2012, acara ini diperluas ke Amerika Serikat dan berkembang menjadi No Bra Day, yang kini dirayakan secara luas. Di tahun tersebut, sekitar 400.000 orang ikut berpartisipasi dalam No Bra Day, dengan 250.000 unggahan terkait yang dibagikan di media sosial.

Sejarah No Bra Day

Hari Tanpa Bra atau No Bra Day yang kini diperingati setiap tanggal 13 Oktober memiliki sejarah yang panjang dan diwarnai sejumlah kontroversi. Dikutip dari Awareness Day, awalnya memang dimaksudkan untuk mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan payudara yakni dengan menekankan pentingnya pemeriksaan payudara secara mandiri untuk mendeteksi kanker sejak dini.

Selain itu, No Bra Day juga ditujukan untuk mendukung penyintas kanker payudara dan keluarganya, serta menggalang dana untuk penelitian dan organisasi yang membantu pasien. Gerakan ini dimulai di media sosial sebagai simbol kebebasan dan kepedulian terhadap kesehatan payudara, dengan mengajak untuk tidak mengenakan bra sebagai bentuk solidaritas.

Yang pasti, peringatan No Bra Day hingga saat ini tidak secara resmi terkait dengan organisasi tertentu.

Hubungan No Bra Day dengan Kanker Payudara

Baca Juga : Ratusan Penggemar Pound Fit Ramaikan Balai Kota Malang

Seiring dengan meningkatnya kesadaran tentang kesehatan payudara melalui No Bra Day, muncul berbagai pertanyaan mengenai hubungan antara pemakaian bra dan risiko kanker payudara. Apakah mengenakan atau tidak mengenakan bra berpengaruh pada kesehatan payudara?

Namun, dikutip National Breast Cancer Foundation, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa penggunaan bra, termasuk bra berkawat, menyebabkan kanker payudara. Penelitian tidak menemukan hubungan antara penggunaan bra dan peningkatan risiko kanker payudara. Namun, penting untuk memilih bra yang nyaman guna menghindari ketidaknyamanan atau masalah kesehatan lainnya, seperti pembengkakan.

Dikutip dari National Center For Health Research, kanker payudara lebih mungkin dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti pola makan, gaya hidup, dan akses ke layanan medis, daripada penggunaan bra. Di daerah dengan akses terbatas ke perawatan medis, kanker payudara mungkin tidak terdiagnosis sesering mungkin. Selain itu, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga tempat-tempat dengan angka kematian dini mungkin memiliki tingkat kanker payudara yang lebih rendah.

Studi lain yang diterbitkan pada 2014 mewawancarai lebih dari 1.000 wanita dengan kanker payudara dan hampir 500 wanita tanpa kanker. Penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara durasi penggunaan bra atau jenis bra dengan risiko kanker payudara.

Kontroversi No Bra Day

Namun, Hari Tanpa Bra atau No Bra Day juga mengundang kontroversi. Beberapa kritik menyatakan bahwa peringatan ini sering kali disalahgunakan untuk menonjolkan seksualitas dan memamerkan tubuh, yang jauh dari tujuan aslinya, yaitu meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker payudara dan kesehatan payudara.

Dikutip dari CNET, ada beberapa postingan di media sosial yang dianggap tidak sesuai, seperti unggahan dari Selena Gomez yang mengenakan kemeja transparan dengan pesan "Selamat Hari Tanpa Bra".

Di sisi lain, Louise Ridley, asisten editor berita di Huffington Post UK, dalam sebuah artikel menyatakan bahwa "Ini adalah 'Hari Kesadaran' yang bahkan tidak nyata, yang tidak meningkatkan kesadaran, tentu saja tidak mengumpulkan uang, dan bahkan mungkin mempermalukan badan amal yang secara keliru dikaitkan dengannya."


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi

--- Iklan Sponsor ---