JATIMTIMES - Pemkot Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tengah mengebut pengerjaan revitalisasi pedestrian atau trotoar di sejumlah ruas jalan. Progres terkini dari pembangunan tersebut diketahui baru 75 persen.
Padahal, proyek tersebut dijanjikan bakal rampung lebih cepat sebagai kado perayaan hari ulang tahun (HUT) atau hari jadi Kota Batu pada bulan Oktober.
Baca Juga : Pembangunan Pedestrian Jalan Mastrip Dimulai: Pemkot Blitar Prioritaskan Sisi Timur
Kabid Bina Marga DPUPR Kota Batu Eko Setiawan mengatakan, proyek revitalisasi disebut masih finishing atau penyelesaian tahap-tahap akhir di beberapa ruas. Revitalisasi ini tak lain diupayakan Pemkot untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jalan.
Meski begitu, pembangunan yang digadang-gadang juga bakal mengubah banyak sisi fasum bagi pejalan kaki itu masih menemui sejumlah kendala. Baik teknis maupun non teknis berupa masalah sosial yang erat dengan akses dari rumah dan bangunan di lingkungan warga.
"Kendala saat ini adalah tiang utilitas yang harus dipindahkan, tinggal beberapa unit utilitas seperti fiber optic, PLN dan PDAM yang masih berproses pemindahan," urai Eko saat dikonfirmasi, Senin (30/9/2024).
Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan yang dilakukan saat ini adalah finishing di seluruh titik yang dikerjakan. Di titik-titik tertentu, pihaknya juga harus memberikan pengertian kepada beberapa warga untuk memindahkan tempat usahanya dan beberapa akses rumah.
"Beruntungnya banyak yang memahami serta dibantu oleh beberapa stakeholder yang support atas program yang sedang dikerjakan," tambah dia.
Senada, Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nurhidayat membeberkan tujuan utama dari proyek ini adalah untuk memperbaiki kondisi pedestrian dan sistem drainase agar lebih baik secara teknis dan estetika.
Baca Juga : Minim Sosialisasi, Banyak Warga Belum Pernah Lihat Cagub-Cawagub Jatim di Media
"Selain untuk memperindah kawasan, pembangunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan bagi para pejalan kaki. Lalu penataan drainase bertujuan untuk mengatasi masalah genangan air yang sering terjadi di area tersebut saat musim hujan," ucap Alfi.
Untuk diketahui, sebanyak 7 titik jalur pedestrian yang disasar untuk direvitalisasi. Di antaranya Ruas Jalan Panglima Sudirman, Ruas Jalan Diponegoro, Ruas Jalan Patimura, Ruas Jalan Hasan Halim, Ruas Jalan Sultan Agung, Ruas Jalan Dewi Sartika, dan Ruas Jalan Bromo-Semeru (Brosem).
Beberapa ruas masih belum dilakukan penutupan drainase, cover beton, dan pengecoran. Hingga penyelesaian lapisan paling atas dari pedestarian yang disebut bakal lebih bisa memfasilitasi pejalan kaki hingga warga disabilitas.
Satu bangunan halte lama dengan penempatan yang ternyata menjorok ke trotoar juga ikut dilakukan pembongkaran dan tidak ada pemasangan ulang. Terkait dengan waktu pengerjaan, Alfi menyebut sejatinya kontrak dilakukan hingga November mendatang.