JATIMTIMES - Sosialisasi yang dilakukan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Timur (cagub-cawagub Jatim) tampaknya belum terlalu gencar. Hal ini tercermin dari temuan survei terbaru Indikator Politik Indonesia.
Dari survei tersebut, diketahui kebanyakan warga belum pernah melihat cagub-cawagub Jatim, baik secara tatap muka langsung maupun melalui media massa konvensional dan media sosial.
Baca Juga : Mediasi Buntu, Warga Malang Korban Penipuan Berkedok Penggandaan Uang Lapor Polisi
Dengan kata lain, 3 pasangan cagub-cawagub Jatim masih jarang terlihat hampir di semua platform. Setidaknya, hal itu terjadi selama periode survei yakni pada 9-14 September 2024.
Padahal, sosialisasi ke warga amatlah penting bagi cagub-cawagub. Peneliti Utama Indikator Rizka Halida menjelaskan, bukan tanpa alasan pihaknya melakukan survei kegiatan sosialisasi para kandidat.
"Kita lihat bagaimana kegiatan sosialisasi atau sejauh mana warga itu terpapar oleh nama-nama yang akan berkontestasi. Mengapa ini kita ukur juga, karena popularitas dan kedisukaan ini sangat berkaitan dengan seberapa para calon ini terpapar melalui berbagai media ke warga," ungkap Rizka.
Pada survei ini, Indikator menanyai warga, dalam sebulan terakhir siapa nama-nama yang pernah dilihat. Rizka bilang, warga boleh menjawab lebih dari satu nama. Karena terdapat kemungkinan responden pernah melihat beberapa nama dalam satu bulan terakhir.
Temuan dari survei ini, secara tatap muka atau pertemuan langsung, didapati 92,3 persen responden belum pernah melihat langsung 6 orang yang berkontestasi di Pilgub Jatim 2024.
Hanya 5,9 persen responden yang pernah melihat Khofifah Indar Parawansa, kemudian Tri Rismaharini dan Emil Elestianto Dardak masing-masing 1,4 persen. Sisanya, hanya 0,2 persen responden yang pernah melihat Luluk Nur Hamidah, Lukmanul Khakim, dan Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.
Sementara itu, untuk sosialisasi melalui media televisi (TV), lebih banyak warga yang pernah melihat para kandidat di Pilgub Jatim. Melalui TV, paling banyak warga pernah melihat Khofifah Indar Parawansa, yakni sebesar 48,3 persen.
Baca Juga : Ribuan Orang Ikuti Deklarasi Abadi Menang Total, Abah Anton Paparkan Master Plan
Selanjutnya, sebanyak 30,2 persen responden juga pernah melihat Tri Rismaharini di TV. Kemudian Emil Elestianto Dardak pernah dilihat di TV oleh 20,4 persen warga. Nama sisanya mendapat angka yang tidak signifikan. Adapun yang belum pernah melihat semua kandidat di TV mencapai 45,2 persen.
"Untuk portal berita online, dibandingkan televisi lebih banyak yang tidak pernah melihat (para kandidat cagub-cawagub), tetapi lebih sedikit kalau dibandingkan tatap muka, yang tidak pernah melihat," papar Rizka Halida.
Di portal berita online, sebanyak 75,8 persen responden mengaku belum pernah melihat cagub-cawagub Jatim. Adapun Khofifah pernah dilihat sebanyak 18,1 persen responden melalui portal berita online. Selanjutnya, Risma pernah dilihat oleh 12,5 persen responden, dan Emil Dardak 8,7 persen. Nama-nama lain mendapatkan angka yang tidak terlalu signifikan.
Warga juga banyak yang belum pernah melihat kandidat pada platform media sosial. Persentasenya mencapai 90,4 persen responden untuk Whatsapp, kemudian Youtube 74,8 persen, Facebook 87,8 persen, Instagram 85,7 persen, Tiktok 79,1 persen, dan Twitter atau X 96,1 persen.