JATIMTIMES - Sebanyak 58 bangunan sekolah di Kota Malang mengalami kerusakan. Atas hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang menargetkan agar perbaikan puluhan sekolah yang mengalami kerusakan ini bisa dilakukan di tahun 2024.
Data Disdikbud Kota Malang menyebutkan bahwa kerusakan tersebut terjadi baik di bangunan sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama. Dan letaknya, tersebar di seluruh kecamatan se Kota Malang.
Baca Juga : Hari Pelanggan Nasional 2024, Perumda Tugu Tirta Komitmen Wujudkan Layanan Prima
Dari puluhan sekolah tersebut, tercatat ada sebanyak 1.121 ruang SD yang mengalami kerusakan. Baik dengan kerusakan ringan, sedang hingga berat. Sedangkan untuk bangunan SMP, tercatat ada sebanyak 699 ruangan yang rusak.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyampaikan bahwa perbaikan itu akan dibagi menjadi dua tahapan. Yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Untuk perbaikan jangka pendek, rencananya akan dilakukan di tahun 2024 ini. Sedangkan untuk perbaikan jangka panjang, bakal dilakukan di tahun 2025 mendatang.
“Di tahun 2024 ini kita akan menggandeng CSR, sesuai arahan bapak Pj Wali Kota Malang. Kita upayakan minimal 10 sekolah yang bisa diperbaiki. Tapi itu juga tergantung dari kekuatan CSR,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.
Pria yang akrab disapa Jana ini mengatakan, kerusakan tersebut terjadi di beberapa bagian. Meliputi atap, struktur bangunan serta kusen yang keropos. Dirinya memastikan bahwa bangunan dengan kategori berat akan menjadi prioritas utama. “Saat ini kami masih melakukan rekapitulasi untuk menentukan skala prioritas, agar saat presentasi di hadapan CSR fokus perbaikan bisa lebih jelas," imbuhnya.
Baca Juga : Kalahkan Tuan Rumah Sumut, Tim Futsal Putra Jatim ke Semifinal PON XXI 2024
Sedangkan untuk penganggarannya, pada perbaikan yang dilakukan di tahun 2025 akan menggunakan anggaran yang bersumber pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), dana alokasi khusus (DAK) atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Dirinya pun berharap agar seluruh kebutuhan perbaikan, baik yang ringan, sedang, maupun berat, dapat tercover sepenuhnya. "Mengingat kerusakan yang ada cukup signifikan, total estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 32 miliar, dengan rincian Rp 25 miliar untuk SD dan Rp 7 miliar untuk SMP," jelasnya.
Selain perbaikan bangunan, menurutnya juga akan ditambah fasilitas sekolah seperti toilet. Itu karena jumlah murid saat ini tidak sebanding dengan jumlah toilet yang ada. Langkah ini diambil untuk memastikan lingkungan sekolah tetap mendukung proses belajar mengajar dengan baik. “Kami berusaha agar perbaikan bisa segera dilakukan, sesuai dengan aturan dan prioritas yang ada,” pungkasnya.