JATIMTIMES – Dugaan penebangan ribuan pohon karet Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan milik Pemkab Jember tanpa lelang, tak luput dari sorotan wakil rakyat. Dewan minta jika pelelangan terhadap penebangan pohon karet itu benar dilakukan, maka tidak perlu ditutup-tutupi.
"Kalau memang dilelang, harus jelas, jangan ditutup-tutupi. Kapan hari saja pas hearing dengan kita Pihak PDP sangat tertutup, saat kita tanya berapa jumlah karyawannya saja tidak dikasih, PDP seharusnya lebih terbuka, apalagi tahun ini sudah mendapat persetujuan penyertaan modal,” kata Budi Wicaksono ketua Komisi C DPRD Jember.
Baca Juga : Sosok Ketua KPU Hasyim Asy'ari yang Dipecat Buntut Terbukti Tindak Asusila
Budi menambahkan, pohon karet merupakan aset perusahaan, pihaknya pun mempertanyakan dana penyertaan modal di PDP yang sudah disetujui DPRD. “Apa iya penyertaan modal kemarin masih kurang, kok penebangan pohon yang merupakan aset perusahaan masih ditutup-tutupi,” ujar Budi Pink, panggilan Budi Wicaksono.
Menanggapi hal ini, Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, kepada wartawan menyatakan, bahwa pihaknya tidak bermaksud menutupi proses lelang, karena proses tersebut sudah dilalui melalui tender terbuka, dan juga sudah diumukan pemenangnya kepada peserta tender.
Mengani pemenang tender yang tidak di umumkan di website, Sofyan mengakui, bahwa pemenang tidak diumumkan di website, dikarenakan saat proses pengumuman lelang sudah diumumkan, dan peserta lelang juga sudah diberi tahu pemenang dari tender tersebut.
“Waktu pengumuman lelang, kita sudah mengumumkan melalui website, hanya saja memang saat tender dan juga siapa pemenangnya, tidak kita cantumkan di website, tapi kita sampaikan kepada peserta lelang saja,” ujar Sofyan.
Sofyan pun menyatakan, bahwa pihaknya selama ini sudah berupaya untuk lebih transparansi dalam segala informasi, termasuk proses lelang, dimana di era sebelumnya, lelang atau mencari mitra penebangan pohon, proses yang dilalui secara manual, alias offline.
“Dulu proses lelangnya manual alias offline, peserta lelang juga diundang secara manual, dan dalam beberapa tahun ini, kamin sudah mulai melakukan perubahan-perubahan, salah satunya proses lelang yang pengumumannya dilakukan melalui website, jika ada hal-hal yang sekiranya perlu diperbaiki, kami pun akan melakukan hal itu, senyampang untuk transparansi informasi, termasuk pengumuman pemenang lelang seperti ini, kedepan akan kita umumkan melalui website,” pungkasnya. (*)
Baca Juga : Tragis, Bocah 10 Tahun Terpenggal saat Naik Wahana Perosotan Setinggi 51 Meter
Untuk diketahui, ada penebangan 7000 lebih pohon karet milik Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan milik Pemkab Jember, yang ada di afdeling Sumber Wadung Desa Harjomulyo Silo Jember, yang diduga tidak melalui proses lelang. Namun, pihak perusahaan menepis dugaan tidak adanya lelang tersebut.
Lelang telah dilakukan dengan surat pengumuman pemilihan calon pembeli pohon karet dan pohon kopi di Kebun Sumberwadung dengan nomor surat 04/613/624/710/2023, dimana dalam pengumuman tersebut, diketahui pohon karet yang ditebang sebanyak 1.314 di blok B 6-10, dan 3.986 pohon di blok CD 6-10.
Selain pohon karet, dalam lelang tersebut juga ada objek pohon kopi, dimana jumlah untuk pohon kopi yang ditebang, mencapai 16.748 yang tersebar di 2 titik, dengan rincian di blok B 6-10 sebanyak 4.839 pohon kopi, dan di blok CD 6-10 sebanyak 11.909 pohon kopi.
Sayangnya, dalam pengumuman tersebut, pihak PDP tidak mencantumkan nama pemenang tender, sehingga hal ini juga menjadi pertanyaan besar dan kritik dari sebagian masyarakat dan juga Komisi C sebagai mitra kerjanya.