JATIMTIMES - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengajak seluruh elemen masyarakat seluruh lintas sektor untuk bersama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Bahkan hal itu juga dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini Penyakit Tingkat Kota Malang.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan, rakor tersebut dimaksudkan untuk menyatukan visi agar dapat bersinergi dalam menanggulangi terjadinya berbagai macam penyakit. Baik menular maupun tidak menular.
Baca Juga : Selebgram Asal Indonesia Ditahan di Arab Saudi Diduga Promosikan hingga Jual Visa Haji Ilegal
Menurutnya, hal tersebut bermuara pada terciptanya derajat kesehatan yang tinggi. Yang juga dapat turut berperan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia yang produktif.
"Jadi untuk mencapai standar pelayanan minimal itu, kita sampaikan pada masyarakat bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri. Jadi capaian indikator yang sudah ditetapkan secara nasional ini bisa tercapai," ujar Husnul.
Husnul menyebutkan, dalam pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P), perlu adanya peran serta lintas sektor dan lintas program kesehatan sehingga ada percepatan kinerja dan program.
Terlebih menurutnya, Bidang P2P memiliki andil besar dalam pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan karena menangani enam dari 12 indikator. "Kita perdalam lagi edukasi bagi yang hadir saat ini dan harapannya nanti mereka juga bisa menyampaikannya kepada masyarakat sekitarnya,” imbuh Husnul.
Selain itu, dirinya menilai bahwa kesehatan anak menjadi perhatian penting karena anak-anak lah yang menjadi penerus bangsa. Selain itu juga didasari karena tingginya kasus penyakit pada anak, seperti diabetes melitus dan TBC.
“Kita ingin membangun generasi yang sehat. Jadi kami hadirkan pakarnya, yakni spesialis anak untuk bisa memberi tips dan materi sehingga harapannya bisa mengambil langkah awal untuk mencegah masuk pada penyakit baik yang menular maupun tidak menular,” tutur Husnul.
Baca Juga : Dinkes Beberkan Efek Konsumsi Minuman Beralkohol, Tak Bisa Diajak Ngobrol hingga Picu Kematian
Dirinya juga mengingatkan agar masyarakat bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan. Terlebih untuk dapat dimanfaatkan saat kondisi badan sedang tidak sakit. Yakni dengan memanfaatkannya untuk melakukan deteksi penyakit dengan rutin melakukan kontrol kesehatan.
Terlebih, Kota Malang sudah berstatus Universal Health Coverage (UHC), jadi lebih dari 95 persen masyarakat kita sudah terlindungi. “Kartu perlindungan ini jangan hanya digunakan saat kita sakit, tetapi saat kita sehat. Dengan begitu masyarakat bisa berkontribusi dalam deteksi penyakit,” terangnya.
Dikatakannya bahwa fasilitas kesehatan di Kota Malang saat ini sudah memadai. Saat ini ada 16 puskesmas, 33 puskesmas pembantu, 27 rumah sakit, serta klinik dan dokter praktik mandiri yang memberikan pelayanan kesehatan di Kota Malang.
“Jadi mari kita tingkatkan derajat kesehatan di Kota Malang. Paradigma pun harus bergeser, kita ke fasilitas layanan kesehatan seharusnya lebih banyak untuk kontrol atau konsul kesehatan daripada untuk berobat,” pungkasnya.