JATIMTIMES - Kawasan Gerbangkertosusila Plus menjadi salah satu fokus utama dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Jawa Timur (Jatim). Dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Jatim 2025-2026, terungkap sejumlah proyek yang akan dibangun di kawasan tersebut.
Kawasan Gerbangkertosusila Plus meliputi Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.
Baca Juga : Ramai Beredar "All Eyes on Papua", Apa Yang Terjadi?
Kawasan Gerbangkertosusila Plus ini difokuskan arah pengembangannya pada bidang industri. Khususnya, yang bersifat capital intensive serta memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) terdidik dan terlatih. Kawasan ini juga membutuhkan hub arus barang dan orang.
Sebagian daerah yang ada pada kawasan in memiliki potensi hamparan minyak bumi serta keanekaragaman warisan geologi lainnya. Hal tersebut m dapat digunakan untuk menumbuhkan pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.
Beberapa proyek yang menjadi prioritas Pemprov Jatim di Kawasan Gerbangkertosusila Plus antara lain adalah Indonesia Islamic Sciene Park (IISP). IISP merupakan kawasan yang diproyeksikan menjadi destinasi wisata halal/syariah bertaraf internasional dan menjadikan Jatim sebagai pusat destinasi wisata halal/syariah dunia.
"Rencana pengembangan Kawasan IISP terletak di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKJSM)," tulis dokumen RPD Jatim 2025-2026, dikutip Minggu (2/5/2024).
Selain itu, urusan transportasi juga menjadi perhatian Pemprov Jatim dalam mengembangkan Kawasan Gerbangkertosusila Plus. Sebagai bagian dari Sustainable Urban Mobility Plan (SUMP), akan dikembangkan Surabaya Regional Railways Line (SRRL).
Proyek tersebut digagas dalam rangka pelayanan transportasi publik di Gerbangkertasusila Plus. SRRL merupakan pengembangan sistem komuter elektrifikasi untuk mengurangi kemacetan dan polusi perkotaan dengan beralihnya masyarakat dengan menggunakan transportasi umum.
Rencana jaringan pelayanan akhir SRRL antara lain Jalur Lamongan (Lamongan – Surabaya Pasar Turi), Jalur Kota (Surabaya Pasar Turi – Surabaya Gubeng), Jalur Sidoarjo (Surabaya Gubeng – Sidoarjo), Jalur Mojokerto (Surabaya Wonokromo – Mojokerto), Jalur Penghubung (Sidoarjo – Tarik), dan Jalur Percabangan Indro (Kandangan).
Kemudian dalam memberikan pilihan layanan transportasi publik terhadap masyarakat juga dikembangkan layanan bus Trans Jatim Koridor I dengan rute Sidoarjo – Gresik (via Surabaya), Koridor II dengan rute II Surabaya – Mojokerto, dan Koridor III dengan rute Gresik – Mojokerto.
Baca Juga : Turut Andil Tumbuhkan Perekonomian Daerah, Bank Jatim Raih The Asian Post Best Regional Champion
Sementara itu, untuk mendukung pengembangan Pasar Induk Puspa Agro, terdapat rencana pembangunan jalan akses menuju Pasar Induk Puspa Agro di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Adapun pada aspek infrastruktur sumber daya air, dilakukan pengendalian banjir di Kali Lamong dan Pembangunan Bendungan Karangnongko. Tak berhenti di situ, urusan persampahan juga jadi perhatian.
"Untuk mendukung jaringan persampahan regional di wilayah Gerbangkertasusila Plus maka provinsi Jawa Timur mengupayakan Fasilitasi TPA Regional Sampah Gerbangkertasusila," jelas RPD Jatim 2025-2026.
Di sisi lain, Pemprov Jatim juga berencana mengembangkan geopark yang berfokus pada pelestarian warisan geologi (geoheritage), keanekaragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (cultural diversity) untuk kesejahteraan masyarakat.
Di antaranya adalah Geopark rintisan (aspiring) Bawean Gresik dengan keanekaragaman flora dan fauna serta Geopark Nasional Bojonegoro dengan melimpahnya potensi tambang minyak bumi.
"Dengan penetapan status geopark, diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat lokal dalam pelestarian keberagaman warisan geologi, ekologi maupun warisan budaya setempat," tandas dokumen itu.