Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bertemu Direktur Kemenparekraf, Senator Ning Lia Sebut Peluang Besar Kuliner di Dunia Pariwisata

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Dede Nana

11 - May - 2024, 10:12

Placeholder
Anggota terpilih DPD RI, Lia Isthifama saat berkunjung ke kantor Kemenparekraf

JATIMTIMES - Pada moment akhir tahun seperti saat libur Natal dan Tahun Baru wisatawan di Indonesia juga terbiasa memburu kuliner khas setempat. Hal ini seperti yang pernah disampaikan oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno pada akhir tahun 2023 lalu.

Pentingnya potensi kuliner untuk menarik wisatawan ini dirasa harus disepakati sebagai preferensi konsumen dalam menentukan tempat wisata. Preferensi wisata inilah yang menjadi salah satu topik menarik yang dibahas oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono, saat menerima kunjungan dari senator terpilih dari Jawa Timur Lia Istifhama atau yang kerap disapa ning Lia.

Baca Juga : Atlet Muda Sepeda Downhill Kota Batu Juara Asia Mountain Bike Championship 2024 di Malaysia

“Sesuai survei 2024, ada empat alasan utama destinasi wisata. Pertama adalah kuliner, kemudian budaya atau kearifan lokal masyarakat setempat, event yang disuguhkan, baru yang keempat adalah pemandangan alam. Disini penekanannya adalah pentingnya kuliner dan kreativitas mengangkat sebuah tempat wisata,” kata Marhen.

Lebih lanjut, Marhen yang saat itu bersama Sugirah Wakil Bupati Banyuwangi juga menekankan pada identitas lokal. “Sebuah destinasi wisata bisa menjadi jujugan favorit pengunjung. Terutama genzy, jika memiliki kuliner yang khas, budaya yang khas, dan mampu menyuguhkan event yang menarik. Tidak harus mahal atau mewah, tapi khas dan sesuai identitas lokal. Apalagi jika event tersebut bisa menarik jumlah pengunjung. Sebagai contoh, event olahraga yang menarik anak-anak yang sekaligus mengundang kehadiran orang tua sebagai pendamping mereka," tuturnya.

Event yang menarik, oleh Marhen dinilai memiliki peluang menjadi pintu pembangunan akses transportasi. “Kalau ingin menarik pengunjung dari kalangan menengah atas yang berani membayar lebih untuk masuk ke destinasi wisata, maka suguhan event harus sangat atraktif. Semakin atraktif. Maka sebuah daerah bisa semakin dilirik oleh pemerintah di atasnya untuk berpotensi mendapatkan akses pembangunan fisik, seperti akses jalan,” jelasnya.

Fakta menarik yang disampaikan Marhen tersebut kemudian menjadi topik diskusi yang hangat. Dimana oleh Ning Lia, survei tersebut menjadi peluang tumbuhnya desa wisata atau tumbuhnya sektor pariwisata di berbagai daerah tanpa harus mengandalkan pemandangan alam.

Baca Juga : Sebut Parpol di Malang Kehilangan Figur, Sam HC Ambil Peluang: Kita Punya Elektabilitas

“Ini tentu menjadi peluang menarik, bahwa sebuah daerah yang tidak berdekatan dengan gunung atau pantai misalnya, tetap berkesempatan menumbuhkan ekonomi produktif melalui keberadaan wisata lokal yang menarik. Kuliner yang instagramable dan bersih misalnya,” ucap perempuan yang sebelumnya dikenal sebagai aktivis sosial tersebut.

“Peluang industri wisata yang tidak bergantung pada faktor alam, tentu menjadi efek domino meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar. Peluang UMKM akan semakin tumbuh dan bisa lebih luas, bukan hanya dalam industri pangan,” tambahnya.


Topik

Peristiwa menparekraf sandiaga uno lia istifhama kuliner wisata kuliner



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Dede Nana