Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Terganggunya Kaum Quraisy di Balik Turunnya Surat Yasin

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

05 - May - 2024, 09:45

Placeholder
Ilustrasi (pixabay)

JATIMTIMES - Surat Yasin merupakan surat yang kerap didengungkan dan dibaca Umat  Islam. Surat Yasin merupakan surat ke-36 dan terdiri dari 83 ayat. Meski kerap dibaca, namun belum banyak yang mengetahui latar mengapa surat ini diturunkan. 

Surat Yasin ini dikelompokkan ke dalam surat Makkiyah karena diturunkan di Kota Makkah. Sementara dijelaskan Imam Suyuti, ayat 12 Surat Yasin turun kepada Bani Salamah dari kaum Anshar yang berada di Madinah.

Baca Juga : 7 Peristiwa Penting di Bulan Zulkaidah yang Jarang Diketahui Umat Islam 

Imam As Suyuthi dalam kitabnya Asbabun Nuzul menjelaskan, bahwa awalnya kaum Quraisy merasa terganggu saat Rasulullah membaca sebuah surat, yakni Surat As Sajdah. Mereka pun kemudian melakukan sesuatu hal untuk mencelakakan Rasulullah. 

Salah satu orang yang ingin membuat Rasulullah celaka adalah Abu Jahal. Selain itu juga kaum Quraisy lain yakni Al Walid bin Al Mughirah dan seseorang dari Bani Makzhum. 

Allah SWT yang maha segalanya, kemudian menurunkan sebuah surat, yakni Surat Yasin ayat 1 sampai ayat 10. Saat orang-orang itu inrgin menyakiti Rasulullah, Allah dengan kekuasaannya membelenggu tangan orang-orang Quraisy. Bahkan Allah SWT juga membuat mata mereka buta.

Apa yang dilakukan Allah SWT juga diabadikan pada Surat Yasin ayat 8, "Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah".

Mereka kebingungan dengan apa yang terjadi. Mereka tak mampu berbuat apapun dengan tangannya yang terbelenggu. Orang-orang yang berniat buruk kepada Rasulullah itu, kemudian malah meminta pertolongan kepada Rasulullah. 
 
Kemudian mereka berkata, 
"Kami sangat mengharapkan bantuan tuan atas nama Allah dan atas nama keluarga". 

Allah SWT berfirman dalam Surat Yasin ayat 1-10, "Yaa Siin. Demi Al-Qur’an yang penuh hikmah. Sungguh engkau (Muhammad) adalah adalah seorang dari rasul-rasul. (yang berada) di atas jalan yang lurus. (Sebagai wahyu) yang diturunkan oleh (Allah) yang Mahaperkasa, Maha Penyayang. 

Agar engkau memberi peringatan kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan karena itu mereka lalai. Sungguh pasti berlaku perkataan (hukuman) terhadap kebanyakan mereka, karena mereka tidak beriman. Sungguh, Kami telah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, karena itu mereka tertengadah. 

Baca Juga : Viral, Bu Nyai Pesantren di Jember Curhat ke Deni Sumargo, Sebut Suaminya Penyuka Sejenis

Dan Kami jadikan dihadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau memberi peringatan kepada mereka atau tidak memberi peringatan kepada mereka, ” (QS Yasin:1-10). 

Sementara, riwayat lainnya dari Ikramah yang diriwayatkan Ibnu Jarir, saat itu Abu Jahal berkata, "sekiranya aku bertemu dengan Muhammad, pasti aku akan mencelakainya"

Surat Yasin ayat 8 dan 9 turun. Abu Jahal yang saat itu berada didekat Rasulullah SAW dan akan mencelakainya. Namun, sebuah keajaiban terjadi. Tiba-tiba Rasulullah tidak terlihat oleh Abu Jahal. Hal itu membuat Abu Jahal kebingungan akan apa yang terjadi. Sebab, sebelumnya ia melihat Rasulullah namun kemudian Rasulullah tidak terlihat olehnya.

"Di mana Muhammad?". 


Topik

Agama Surat Yasin Nabi Muhammad



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni