JATIMTIMES - Upaya revitalisasi demi mempercantik taman-taman di Kota Wisata Batu telah direncanakan sejak 2023 lalu. Wacana perbaikan itu tak ditangani Pemkot Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), melainkan pelibatan pihak pelaku usaha. Hingga kini, wacana tersebut belum terealisasi dan jadi sorotan DPRD Kota Batu.
"Wacana CSR untuk mempercantik taman-taman di Kota Batu oleh pelaku usaha melalui CSR itu harusnya sudah terealisasi. Apalagi sudah disetujui rencananya sejak pertengahan tahun 2023 lalu," ujar Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman, Rabu (24/4/2024).
Baca Juga : Ketua MUI Situbondo Tolak Wisata Karaoke di Eks Lokalisasi Gunung Sampan
Terkait dengan kontribusi CSR, lanjut pria yang disapa Cak Nur itu, tidak hanya bisa berupa fisik. Namun bisa berupa beasiswa dibidang pendidikan, fasilitas kesehatan dan keberlangsungan perbaikan kualitas lingkungan. "Termasuk seperti penghijauan dan taman," sebut Politisi PKB itu.
Untuk diketahui, tahun lalu taman-taman milik Pemkot Kota Batu direncanakan untuk direvitalisasi agar lebih indah dan cantik. Dimana pengelolaan bakal dikelola oleh beberapa anggota Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Batu melalui CSR.
Wacana tersebut telah dikomunikasikan dan PHRI Kota Batu merespon dengan positif sejak awal 2024. Bahkan pihak PHRI Kota Batu sangat antusias dan akan membantu pemerintah daerah untuk mempercantik kota wisata ini.
DLH mencatat untuk jumlah taman di Kota Batu ada 20 taman dan 45 vertikal garden. Kedepannya secara bertahap anggota PHRI bisa memilih taman mana yang akan dikelola. Untuk tahap awal ini ada PT Selecta yang memilih Taman Hutan Bondas di Jalan Sultan Agung, Kota Batu untuk dipercantik.
Baca Juga : Bupati Malang Sanusi: Tidak Benar Kita Hentikan BPJS Kesehatan Warga Miskin!
Masih kata Nurochman, CSR oleh pelaku usaha untuk pengelolaan taman dirasa perlu direspon positif dan diberi apresiasi. Pasalnya peran serta dan komitmen baiknya para pengusaha untuk ikut serta membangun daerah harus dilakukan karena telah berinvestasi di Kota Batu.
"Jadi, kalau belum terealisasi kami ingatkan, karena memang ini merupakan tanggung jawab sosial dan lingkungan," tegas dia.