JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelar Lomba Cipta Rasa khas Kota Malang untuk Nusantara dan Dunia. Kegiatan itu digelar di depan Balai Kota Malang untuk memeriahkan HUT Kota Malang ke-110 pada 24 April 2024.
Pj Ketua tim Penggerak PKK Kota Malang, Hanik Andriani Wahyu Hidayat mengatakan bahwa kegiatan ini memang sengaja digelar untuk memeriahkan HUT Kota Malang ke-110. Lomba Cipta Rasa khas Kota Malang itu menggunakan bahan dasar tempe, ikan nila dan juga bunga telang.
Baca Juga : PDI Perjuangan Kota Blitar Buka Pendaftaran Cawali dan Cawawali Pilkada Serentak di Awal Bulan Mei
Jumlah peserta lomba sendiri adalah 35 peserta. Terdiri dari hotel, restoran, dan catering yang ada di Kota Malang.
“Kota Malang terkenal dengan tempenya (sentra industri Sanan). Dan saya ingin buat challenge bagaimana tempe tidak sekadar dikenal seperti biasa, karena kita ingin dikenal secara nasional bahkan mendunia,” kata Hanik dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Cipta Rasa khas Kota Malang sekaligus Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Arif Tri Sastyawan mengaku bahwa lomba ini merupakan ide dari Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang.
Di situ, Arif menjelaskan bahwa ide tersebut muncul dengan harapan tahun depan dapat digelar rutin dengan diampu oleh perangkat daerah terkait.
“Sebenarnya ada 40 peserta namun yang 5 mengundurkan diri, jadi saat ini ada 35 peserta terdiri dari resto, hotel, dan katering di Kota Malang,” ujar Arif.
Baca Juga : Yuk Pelajar SD-SMP di Kabupaten Malang Ikuti Lomba Vlog 'Sekolahku Kebanggaanku'
Menariknya, Pj Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang menginginkan juri diambil dari orang-orang yang ahli pada profesinya. Selain itu, juga ingin ada salah satu juri yang merupakan jebolan dari ajang MasterChef.
“Kebetulan ada chef Belinda Christina yang merupakan finalis MasterChef season 11 yang bersedia menjadi juri tamu. Kemudian juri kedua yakni Ketua Indonesian Chef Association (ICA), Chef Pamungkas, kemudian juri ketiga adalah Prof Rina, selaku guru besar Tata Boga di UM. Ditambah lagi ada juri lainnya yakni ahli gizi dari RSUD Kota Malang serta dari Dispangtan,” beber Arif.