Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Hukum dan Kriminalitas

Setahun 303 Pelajar Jadi Korban Kecelakaan di Kabupaten Malang

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : Dede Nana

11 - Apr - 2024, 09:36

Placeholder
Petugas kepolisian Satlantas Polres Malang saat melakukan penanganan sekaligus olah TKP di lokasi kecelakaan. (Foto: Ashaq Lupito / JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kalangan pelajar marak menjadi korban kecelakaan di Kabupaten Malang. Data kepolisian Polres Malang mengungkap, dalam kurun waktu setahun, yakni pada 2023, sedikitnya ada 303 pelajar yang menjadi korban kecelakaan.

Secara keseluruhan, korban kecelakaan di wilayah hukum Polres Malang mengalami peningkatan di tahun 2023. Tercatat ada 1.216 korban kecelakaan di tahun 2022. Sementara di tahun 2023 meningkat menjadi 1.470.

Baca Juga : Polres Malang Sebar 7 Ribu Stiker Keselamatan Berkendara, Angka Kecelakaan Turun 38 Persen di 2024

"Data korban kecelakaan tersebut meliputi korban luka ringan, luka berat, hingga meninggal dunia," ungkap Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat konferensi pers akhir tahun 2023 lalu.

Merujuk pada data Satlantas Polres Malang, para korban kecelakaan tersebut didominasi kalangan remaja. Yakni usia belasan hingga 30 tahun.

Di mana, pada sepanjang tahun 2023, sekitar 40 persen atau sebanyak 583 dari total korban kecelakaan, merupakan usia 16 hingga 30 tahun. Sementara itu, berdasarkan anatomi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Malang, kalangan pelajar turut mendominasi jumlah korban kecelakaan.

"Pada tahun 2023, dalam setahun ada 303 pelajar atau sekitar 21 persen dari total korban kecelakaan," ujar Kholis.

Insiden kecelakaan yang menimpa kalangan pelajar tersebut juga masih marak terjadi di Kabupaten Malang pada tahun 2024. Salah satu insiden kecelakaan paling memilukan yang dialami pelajar terjadi pada awal Maret 2024 silam.

Dilaporkan, kecelakaan maut antar pengendara sepeda motor terjadi di Jalan Raya Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jumat (1/3/2024). Dalam peristiwa kecelakaan tersebut, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang pelajar mengalami luka berat.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Malang Ipda Joko Taruna mengungkapkan, identitas korban tewas bernama Karsikin (69) warga Desa/Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. "Korban mengalami luka benturan pada kepala dan meninggal dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap Joko.

Pada peristiwa kecelakaan maut tersebut melibatkan dua kendaraan sepeda motor. Yakni sepeda motor Honda Revo dengan nomor polisi (nopol) N 4732 EV yang dikendarai korban tewas, dengan Honda Revo nopol N 2756 CK.

Baca Juga : Tak Kenakan Helm Saat Berkendara, Remaja di Kepanjen-Singosari Dominasi Pelanggaran Lalu Lintas

Data kepolisian menyebutkan, sepeda motor Honda Revo nopol N 2756 CK tersebut dikendarai oleh MM. Pelajar 15 tahun tersebut merupakan warga Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.

Akibat kecelakaan tersebut, remaja belasan tahun itu dikabarkan mengalami luka berat. "Korban mengalami luka benturan pada kepala serta patah tulang kaki sebelah kiri. Setelah kejadian tersebut, korban menjalani perawatan medis di RSUD Kanjuruhan," ungkap Joko.

Selain dua korban tersebut, seorang remaja 14 tahun berinisial AP yang pada saat kejadian dibonceng oleh MM juga mengalami luka-luka. Korban yang masih pelajar asal Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang tersebut harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Ben Mari usai menjadi korban kecelakaan maut tersebut. "Untuk yang dibonceng mengalami luka benturan pada bagian kepala," imbuh Joko.

Kronologi kecelakaan bermula saat kendaraan Honda Revo yang dikendarai korban tewas tersebut melaju dari arah selatan dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban tewas tersebut mendadak melaju terlalu berhaluan ke kanan.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju kendaraan yang dikendarai berboncengan oleh kedua pelajar tersebut. Jarak yang sudah dekat mengakibatkan kedua pengendara sepeda motor tersebut tidak bisa menghindar. Sehingga terjadi tabrak depan antara kedua kendaraan tersebut. 

"Kami mengimbau kepada orang tua untuk mengawasi putra putrinya. Jika belum layak berkendara terlebih tidak memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi), sebaiknya jangan diperbolehkan mengendarai kendaraan," pungkas Joko.


Topik

Hukum dan Kriminalitas laka lantas laka lantas kabupaten malang polres malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

Dede Nana