Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Bupati Sanusi Pilih Pos Indonesia untuk Salurkan Bansos Anak Yatim, Tidak Ribet Tanpa Potongan

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : A Yahya

04 - Apr - 2024, 08:28

Placeholder
Bupati Malang HM. Sanusi usai menyerahkan secara simbolis bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta kepada anak yatim piatu di Pendapa Kantor Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Rabu (27/3/2024). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Di Bulan Suci Ramadan 1445 Hijriah tahun 2024 ini, Bupati Malang HM. Sanusi telah membagikan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta untuk setiap anak yatim piatu yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial Kabupaten Malang. 

Proses penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta untuk setiap anak yatim piatu ini dilakukan mulai Senin (18/3/2024) dengan mengambil titik awal di Kecamatan Ampelgading dan berakhir pada Senin (1/4/2024) di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Jatah Kursi DPRD Kabupaten Malang Menyusut, PKB Bertekad Rebut Kembali di Pemilu 2029

Bupati Malang HM. Sanusi menyampaikan, dalam proses penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta ini  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia. 

"Untuk penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta ini, kita bekerja sama dengan PT. Pos Indonesia. Jadi Pemkab Malang mentransfer uang ke Pos Indonesia, selanjutnya pihak Pos mengirim ke masing-masing anak yatim piatu," ungkap Sanusi. 

Menurut Sanusi, dengan skema penyaluran seperti itu, uang tunai bisa langsung diterima dan dimanfaatkan oleh masing-masing anak yatim piatu. Selain itu, tidak terdapat potongan biaya administrasi apapun dalam proses penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta melalui PT. Pos Indonesia. 

"Ini uangnya disalurkan sama Pak Pos. Itu di amplop isinya Rp 1 juta. Jadi anak-anak terima uangnya utuh tanpa ada potongan apapun," ujar Sanusi. 

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu menuturkan, bahwa penyaluran bantuan sosial berupa uang tunai di tahun 2024 ini memang sengaja menggunakan layanan milik PT. Pos Indonesia. 

"Supaya praktis kita kerja sama dengan PT. Pos Indonesia, langsung tunai, isi amplopnya utuh Rp 1 juta. Sehingga anak-anak tidak ribet," tutur Sanusi. 

Pasalnya, di tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Malang bekerja sama dengan pihak perbankan untuk menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada setiap anak yatim piatu di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Update Gate 13 Stadion Kanjuruhan: Tak Jadi Dibongkar

Namun, menurut Sanusi, mekanisme penyaluran menjadi tidak praktis. Pasalnya, anak-anak yatim bersama pendamping harus melalui beberapa tahapan sampai bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp 500 ribu di tahun-tahun sebelumnya diterima. 

"Waktu awal ada pemikiran dibagikan melalui perbankan. Tapi banyak yang mengajukan protes. Sudah dikumpulkan di pendapa, terus dapat rekening. Pas mau pulang masih harus ke bank untuk mencairkan," kata Sanusi. 

Maka dari itu, Pemkab Malang memutuskan di tahun 2024 ini menjalin kerja sama dengan PT. Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 1 juta. 

"Kalau ini bisa langsung dibuat belanja. Kalau tidak habis, disimpan yang rapi jangan sampai hilang. Kalau menyimpannya tidak rapi nanti di makan tikus," pungkas Sanusi.


Topik

Pemerintahan HM Sanusi Sanusi bupati sanusi bansos Sanusi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

A Yahya