JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah menyiapkan sejumlah skema untuk dapat menekan harga telur ayam yang sedang naik. Di mana saat ini, harga telur ayam di pasaran sekitar Rp 27 ribu sampai Rp 29 ribu.
Pj Wali Kota Malang Wahyu mengatakan, dari diskusi yang ia lakukan bersama sejumlah peternak ayam, naiknya harga telur diakibatkan harga pakan yang naik. Hal itu tak dapat dihindari, meski peternak juga sudah berupaya dengan berbagai cara.
Baca Juga : Vaksin PMK Gratis, Dispangtan Kota Malang Ungkap Ada 3 Sapi Terjangkit di 2023

"Mereka tadi menyampaikan bahwa sudah mendapatkan (pakan) melalui koperasi, salah satunya jagung SPHP. La ini juga mendukung. Memang dari sini (peternak) nilai itu naik," jelas Wahyu, Senin (26/2/2024).
Mengatasi hal itu, Wahyu mengatakan bahwa dirinya sempat berencana untuk menggulirkan subsidi melalui koperasi yang menjual pakan ternak. Namun sayangnya, koperasi tersebut ada di Kabupaten Malang.
"Hanya koperasi yang ditunjuk ini berada di Kabupaten Malang, la ini yang harus kita lihat. Apakah boleh kita memberikan subsidi ini," jelas Wahyu.
Tak kehilangan akal, ia berencana untuk bisa menggandeng Bulog secara langsung. Sebagai salah satu penyedia komoditi. Dalam hal ini adalah jagung SPHP, yang juga digunakan peternak untuk pakan ternak ayamnya.
"Nanti kita coba ke Bulog. Kita akan konsultasi supaya bisa menekan harga pakan ini. Saya akan ke Bulog menanyakan kira-kira untuk bisa menekan pangan ini seperti apa," jelas Wahyu.
Baca Juga : Komisi E DPRD Jatim Tinjau Implementasi Kerja Sama UIN Malang dan RS Pendidikan: Harus Ada Kontribusi
Dirinya tak memungkiri bahwa naiknya harga pakan memang menjadi salah satu faktor naiknya harga telur ayam. Namun menurutnya, jika dilihat dari segi ketersediaan, stok telur dan daging ayam terbilang aman.
"Stok aman, daging dan telur aman. Telur tadi itu mereka sampaikan memang agak naik karena dari pakan itu tadi. Harga pakan ini memang masih fluktuatif. Itu yang membuat akhirnya harga telur naik," terang Wahyu.