free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pemerintahan

Tekan Kelahiran, Wabup Malang Dorong Penyuluh KB Kuatkan Edukasi Pencegahan Pernikahan Anak

Penulis : Muhammad PL - Editor : Dede Nana

06 - Feb - 2024, 23:58

Loading Placeholder
Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto bersalaman dengan pengurus IPeKB pasca pengukuhan di Pendopo Panji Kepanjen, Selasa (6/2/2024).

JATIMTIMES - Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto mendorong Penyuluh Keluarga Berencana (KB) untuk penguatan edukasi. Utamanya mengenai upaya menekan angka kelahiran. Penyuluh juga ditantang untuk menyampaikan pesan penting mengenai pencegahan pernikahan usia anak yang masih menjadi masalah di Kabupaten Malang.

"Di tengah target dan tantangan yang ada, melalui organisasi penyuluh harus menyemangati teman-teman menekan angka kelahiran. Kedua tentunya memberikan dukungan untuk bisa mencapai target penurunan stunting dan pernikahan anak," ujarnya saat mewakili Bupati Malang di acara Pengukuhan DPC Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) dan Pertemuan Penyuluh dan Koordinator PPKBD Kecamatan se-Kabupaten Malang di Kepanjen, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga : Barang Bukti 53 Perkara Kejari Kota Batu Dimusnahkan, Terbanyak Narkotika

Menurut dia, masalah pernikahan dini harus menjadi perhatian bersama. Beberapa langkah yang menjadi arahannya adalah melalui forum posyandu Balita hingga Posyandu Lansia. 

"Edukasi tersebut bisa dilakukan melalui posyandu dan posyandu lansia. Agar para orang tua dapat memiliki wawasan yang tepat untuk memberikan imbauan yang efektif mencegah pernikahan yang belum waktunya," katanya.

Untuk diketahui, menurut data pernikahan dini dari data Pengadilan Agama (PA) selama 2023 terdapat 1.009 anak memohon dispensasi kawin ke PA Kabupaten Malang. Dari jumlah itu, sebanyak 936 anak di bawah umur mendapat persetujuan Pengadilan Agama Kabupaten Malang untuk melangsungkan pernikahan. Hal itu setelah (mereka) mendapatkan putusan dari PA Kabupaten Malang.

Edukasi, disebut Didik, menjadi pekerjaan bersama. Pihaknya meminta agar penyuluh KB ikut mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat. Terutama untuk menyampaikan pesan pencegahan pernikahan dini.

Didik menekankan agar penyuluh dapat mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab. Pengabdian dan dedikasi dalam memberikan penyuluhan keluarga berencana di tengah masyarakat, dinilai sebagai kontribusi yang sangat berharga bagi keberlanjutan pembangunan sumber daya manusia. 

Baca Juga : Ahmad Fuad Rahman, Sosok Caleg Milenial Jebolan UIN Maliki Malang

Didik juga menilai bahwa keluarga berencana adalah pondasi utama dalam pembangunan masyarakat yang sejahtera dan berkualitas. Ia menginginkan penyuluhan dan edukasi mengenai keluarga berencana dapat terlaksana semakin merata dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai dukungan, kata Didik, Pemkab terus memberikan dukungan. Salah satunya dengan mengkomunikasikan dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk support anggaran. Yang mana akan disalurkan pada organisasi penyuluh. 

"Sedangkan kalau nanti insentif itu kemarin langsung dititipkan dinas terkait, dan langsung pada sasaran," kata dia.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Muhammad PL

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan

--- Iklan Sponsor ---