JATIMTIMES - Satu ketika, tersiar kabar kebohongan dan tuduhan bahwa d ibalik tertutupnya tubuh Nabi Musa, terdapat penyakit yang menjangkiti dan tersembunyi. Kabar ini tak lepas dari kejahilan kaum Bani Israil.
Saat itu, dikabarkan bahwa kaum pria Bani Israil terbiasa mandi bersama-sama secara telanjang. Tentu, aurat masing-masing terlihat satu sama lain.
Baca Juga : Mengenal Penghuni 7 Lapisan Bumi, Ada Apa Saja?
Nabi Musa pun tak luput dari ajakan untuk mandi bersama. Namun ia selalu menolaknya. Alih-alih mandi bersama, Nabi Musa selalu memilih mandi sendiri. Sehingga, auratnya pun tak pernah terlihat oleh orang lain.
Ustaz M. Tatam Wijaya, diolah dari NU Online, menjelaskan, karena selalu menolak ajakan mandi bersama kaum Bani Israil, kemudian muncullah fitnah seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tentu, fitnah ini sangat menyakiti perasaan Nabi Musa. Allah SWT pun tidak rida atas kebohongan Bani Israil.
Tuduhan ini tentu tidaklah mungkin. Para nabi tentunya merupakan sosok panutan yang sempurna dan tidaklah memiliki kekurangan seperti halnya manusia biasa.
Dan satu ketika, Allah SWT bertindak atas kuasanya dengan membebaskan Nabi Musa atas tuduhan tersebut. Saat Nabi Musa selesai mandi, ia hendak mengambil pakaiannya. Tetapi, saat itu Musa heran akan batu yang ditumpangi pakaiannya bisa bergerak dan malah terbang membawa pakaian itu.
Tentu hal ini atas kuasa Allah SWT, sehingga tidak ada yang mustahil jika Allah SWT berkehendak. Musa pun terheran-heran melihat batu bisa terbang membawa bajunya. Di situ, Musa kemudian berlari untuk berusaha mengejar pakaiannya. Musa berkata, "Pakaianku, hai batu. Pakaianku.”
Batu tersebut terus membawa terbang baju Musa. Musa yang diketahui merupakan nabi yang pemalu, tanpa sadar terus berlari dengan telanjang bulat. Sampai akhirnya ia mengejar batu tersebut dan bertemu sekelompok Bani Israil.
Saat itulah, Bani Israil melihat tubuh Musa yang tanpa cacat sedikit pun. Kebohongan dan fitnah yang dikabarkan Bani Israil kemudian terpatahkan dengan fakta tersebut. Tak lama kemudian, batu yang membawa pakaian Nabi Musa berhenti.
Baca Juga : Ramai Tagar Kampus Bergerak Sampaikan Kritik ke Jokowi
Musa angsung mengambil pakaiannya dan mengenakannya dengan segera. Setelah itu, Musa mengambil sebuah tongkat dan tanpa berpikir panjang langsung memukuli batu tersebut seperti memukul orang yang berbuat jahat kepadanya.
Meski batu tersebut dipukul dengan kayu, anehnya pukulan Nabi Musa tetap membekas pada batu tersebut. Tampak enam hingga tujuh bekas pukulan pada batu itu.
Dalam sebuah hadis riwayat Al-Bukhari melalui sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW juga pernah menceritakan kisah ini. "Sesungguhnya Musa adalah seorang yang sangat pemalu dan sangat menjaga aurat. Karena saking pemalunya, tidak pernah ada bagian kulit (aurat) yang terlihat. Namun hal itu membuat Musa diganggu oleh sebagian orang Bani Israil. Mereka berkata, “Tidaklah Musa bersikap tertutup seperti itu kecuali karena ada kekurangan di kulitnya, baik karena lepra, kuman kulit, maupun penyakit lain.”
Al-Quran Surat Al Azhar ayat 69, juga menjelaskan hal ini. "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. Dan Musa adalah seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah" (Umar Sulaiman, Shahih Al-Qashash An-Nabawi, [Beirut: Darun Nafa’is], 1997, halaman 91).